Kompas.com - 28/09/2018, 15:28 WIB
Wakil Tetap RI untuk FAO dan Organisasi Internasional lainnya di Roma, Duta Besar Esti Andayani memberikan sambutan dalam acara yang berlangsung di Kantor Pusat FAO di Roma, Italia, Kamis (27/9/2018) waktu setempat. DOKUMENTASI KBRI ROMAWakil Tetap RI untuk FAO dan Organisasi Internasional lainnya di Roma, Duta Besar Esti Andayani memberikan sambutan dalam acara yang berlangsung di Kantor Pusat FAO di Roma, Italia, Kamis (27/9/2018) waktu setempat.

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menyelenggarakan pertemuan untuk mengajak negara-negara anggota Badan Pangan dan Pertanian PBB / Food and Agriculture (FAO) berdialog.

Dialog ini digelar, demi menghadapi meningkatnya tantangan terhadap akses pasar bagi komoditas pertanian.

Acara ini berlangsung di Kantor Pusat FAO di Roma, Italia, Kamis (27/9/2018) waktu setempat.

“Sektor pertanian adalah mesin pertumbuhan ekonomi dan agen perubahan bagi kemajuan sosial jutaan petani kecil.”

Baca juga: Menurut FAO, Indonesia Negara Percobaan Minapadi Tersukses di Asia Pasifik

Demikian disampaikan Wakil Tetap RI untuk FAO dan Organisasi Internasional lainnya di Roma, Duta Besar Esti Andayani, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (28/9/2018).

Disebutkan, dialog ini mengangkat tema “Market Access for Agricultural Commodities: Its Impact in the 2030 Agenda for Sustainable Development Goals”.

Pertemuan ini ternyata memperoleh dukungan kuat kelompok negara berkembang termasuk Nigeria, serta Uni Eropa dan FAO.

Semua pihak tersebut juga hadir sebagai panelis dalam pertemuan, bersama-sama Indonesia.

FAO menguraikan, meskipun terdapat penurunan tarif sejak berdirinya WTO pada tahun 1995, hambatan non-tarif justru meningkat tiga kali lebih besar. 

Baca juga: Kementan Bahas Pangan dan Gizi Bersama FAO dan WFP

Informasi itu berdasarkan data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X