Kompas.com - 29/08/2018, 21:22 WIB
Warga Iran menghadiri aksi bertajuk Free Iran 2018-The Alternative yang digelar pada 30 Juni 2018 di Villepinte, utara Paris. AFP / ZAKARIA ABDELKAFIWarga Iran menghadiri aksi bertajuk Free Iran 2018-The Alternative yang digelar pada 30 Juni 2018 di Villepinte, utara Paris.

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis memerintahkan kepada para diplomat dan pejabat kementerian luar negerinya untuk penundaan tanpa baats waktu, terhadap seluruh perjalanan yang tidak penting ke Iran.

Perintah tersebut menyusul adanya plot serangan bom yang digagalkan, serta perubahan sikap Teheran terhadap Perancis. Demikian menurut sebuah memo internal pemerintah Perancis, dilaporkan Reuters.

Dalam memo memuat rencana serangan bom yang digagalkan menargetkan unjuk rasa yang diselenggarakan kelompok oposisi Iran di dekat Paris yang turut dihadiri pengacara Presiden AS Donald Trump, Rudy Giuliani sebagai tanda sikap lebih agresif Teheran terhadap Perancis.

"Perilaku otoritas Iran menunjukkan pengerasan posisi mereka terhadap negara kita serta beberapa negara sekutu kami," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Maurice Gourdault-Montagne, dalam memo tertanggal 20 Agustus tersebut.

Baca juga: Menteri Perancis Ini Mengundurkan Diri lewat Siaran Radio

"Mengingat risiko keamanan yang diketahui, semua pejabat departemen, baik dari kantor pusat dan pos di luar negeri diminta untuk menunda perjalanan ke Iran sampai ada pemberitahuan lebih lanjut."

"Kecuali jika memang ada pekerjaan yang mendesak," tambah Gourdault-Montagne dilansir Al Arabiya.

Instruksi tersebut juga disampaikan kepada pejabat departemen pemerintah lainnya agar diteruskan kepada staf di bawah mereka yang berencana melakukan perjalanan ke Iran.

Perancis telah menjadi salah satu negara pendukung kesepakatan nuklir Iran 2015 yang telah ditinggalkan AS pada Mei lalu.

Namun perekonomian Iran saat ini telah terpukul oleh pemberlakuan kembali sanksi AS yang sebelumnya dicabut di bawah kesepakatan tersebut.

Negara-negara Eropa, termasuk Perancis, berjanji akan melakukan segala cara untuk membantu meringankan dampak sanksi AS tersebut.

Meski pada akhirnya tak mampu membujuk perusahaan-perusahaan mereka untuk menentang Washington dan tetap bertahan di Iran.

Kementerian Luar Negeri Perancis menolak berkomentar terkait memo tersebut, maupun apakan staf kedutaan besar di Iran telah diminta memulangkan keluar mereka.

Pejabat kantor kedutaan besar Iran di Paris juga tidak memberikan komentar.

Baca juga: Menteri Lingkungan Perancis Mundur, Kredibilitas Macron Makin Tertekan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.