China Bakal Sumbang Kapal Perang untuk Sri Lanka

Kompas.com - 02/08/2018, 09:49 WIB
Foto yang diambil pada 2017, menunjukkan sejumlah kapal perang milik China saat merapat ke Saint Petersburg, Rusia. AFP / OLGA MALTSEVAFoto yang diambil pada 2017, menunjukkan sejumlah kapal perang milik China saat merapat ke Saint Petersburg, Rusia.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China berniat mendonasikan sejumlah kapal perang kepada Sri Lanka.

Pemberian unit kapal perang tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengaruh militernya di kawasan Indo-Pasifik.

Dilansir dari SCMP, donasi kapal perang fregat, atau kapal berukuran sedang, kepada Sri Lanka tersebut diumumkan perwakilan militer China, Kolonel Senior Xu Jianwei, saat kunjungan ke kedubes di Colombo pekan lalu.

"Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China juga akan memberikan berbagai pelatihan pada militer Sri Lanka dan membangun kompleks auditorium di Akademi Militer Sri Lanka," kata Xu, pada Senin (30/1/2018) lalu, seperti dilaporkan harian Colombo Gazette.


Baca juga: Angkatan Laut China Usir Kapal Perang AS dari Laut China Selatan

Tidak ada rincian mengenai spesifikasi maupun jumlah kapal perang yang bakal disumbangkan China kepada Sri Lanka.

Meski demikian, para pakar dan analis militer China meyakini bahwa kapal perang yang didonasikan kemungkinan besar merupakan kapal korvet tipe C28A atau C13B.

Kemungkinan lainnya adalah kapal perang fregat tipe 053 yang belum lama ini dipensiunkan oleh Angkatan Laut China.

Ketiga tipe kapal perang tersebut merupakan yang paling umum diekspor ke negara-negara lain, seperti ke Aljazair, Bangladesh dan Pakistan.

"Ada kemungkinan China akan memberi satu atau dua (kapal) lagi," kata Zhou Chenming, pengamat militer China di Beijing.

"Kapal-kapal perang jenis itu tidak akan membuat banyak perbedaan pada keseimbangan militer regional saat ini di Asia Selatan."

"Kapal-kapal tersebut nantinya akan lebih banyak digunakan untuk mengatasi aksi pembajakan di wilayah perairan Sri Lanka," tambahnya.

Baca juga: China Donasikan Kapal dan Peluncur Granat Roket untuk Filipina

Sebelumnya, pada Minggu (29/7/2018) pekan lalu, militer China juga telah mendonasikan sejumlah peralatan perangnya kepada Filipina.

Dikonfirmasi juru bicara Angkatan Laut Filipina, Komandan Jonathan Zata, Beijing telah menyumbangkan empat kapal kecil untuk patroli kepada Filipina.

Selain empat unit kapal patroli, China turut memberikan ribuan senjata, termasuk peluncur granat roket kepada Filipina.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Pria Rusia yang Klaim Apple Mengubahnya Jadi Gay Cabut Gugatan

Internasional
Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Pria di Pakistan Lepaskan Singa Peliharaan Serang Tukang Listrik yang Tagih Bayaran

Internasional
Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Tabrakan Bus dengan Kendaraan Berat, 35 Warga Asing Tewas dalam Perjalanan Umroh

Internasional
Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Wanita Indonesia Ini Masuk dalam 100 Perempuan Berpengaruh Dunia Versi BBC

Internasional
Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Internasional
Trump Marah Disebut Beri 'Lampu Hijau' untuk Serangan Turki ke Suriah

Trump Marah Disebut Beri "Lampu Hijau" untuk Serangan Turki ke Suriah

Internasional
Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Karena Turis Sering Tersesat, Kota di Italia Larang Penggunaan Google Maps

Internasional
Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Hari Kiamat' Memakai 'Bahasa Khayalan'

Keluarga Belanda yang Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Hari Kiamat" Memakai "Bahasa Khayalan"

Internasional
AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

AS Ancam Bakal Jatuhkan Sanksi Tambahan jika Turki Tak Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun 'Menunggu Kiamat', Pria Austria Ditahan

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi 9 Tahun "Menunggu Kiamat", Pria Austria Ditahan

Internasional
Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Surat Trump kepada Erdogan: Jangan Jadi Bodoh

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda 'Menanti Kiamat' | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

[POPULER INTERNASIONAL] Keluarga di Belanda "Menanti Kiamat" | Erdogan Tak Khawatir Disanksi AS

Internasional
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Internasional
Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Filipina Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4, Ratusan Warga Menyelamatkan Diri

Internasional
Beralasan 'Menanti Kiamat', Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Beralasan "Menanti Kiamat", Satu Keluarga di Belanda Tinggal di Bawah Tanah selama 9 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X