Dinyatakan Tak Bersalah setelah Dipenjara 8 Tahun, Pria Ini Dapat Ganti Rugi Rp 1,8 M

Kompas.com - 22/07/2018, 12:37 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

DAQING, KOMPAS.com - Seorang pria di China mendapat 880.000 yuan (sekitar Rp 1,8 miliar) sebagai kompensasi setelah harus menghabiskan delapan tahun di dalam penjara untuk kejahatan yang tidak dilakukannya.

Pengadilan terlanjur menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada Zhang Jun pada 2008 atas tuduhan berperan dalam dua tindak kejahatan perampokan di Daqing, Provinsi Heilongjiang.

Zhang telah berupaya meyakinkan pengadilan bahwa dirinya tidak pernah berada di kota tempat terjadinya perampokan.

Zhang mengatakan bahwa saat perampokan terjadi, dirinya sedang bekerja sebagai manajer pabrik di Guangdong, yang berjarak ribuan kilometer dari lokasi kejadian.

Baca juga: Dinyatakan Tak Bersalah Usai Dipenjara 25 Tahun, Pria Ini Tuntut Ganti Rugi Rp 37 M

Namun Zhang telah diidentifikasi oleh salah satu pelaku sebagai anggota dari kelompok perampok yang merampas uang sebesar 90.000 yuan (sekitar Rp 191 juta) dari dua orang korban.

Jaksa penuntut mengatakan, Zhang yang sebelumnya telah memiliki catatan kriminal untuk kasus pencurian yang dilakukannya di masa lalu.

Pengadilan menolak alibi Zhang dan bahkan turut memenjarakan tiga orang yang menguatkan alibinya, yakni ayah dan dua rekannya, selama satu tahun.

"Saya tidak tahu jika saya sedang dicari oleh polisi sampai saat mereka menangkap saya," kata Zhang diberitakan The Beijing News.

Namun setelah delapan tahun menjalani masa tahanan, Zhang kembali ke pengadilan untuk sidang banding pada Mei 2017. Hasil sidang tersebut memutuskan bahwa keputusan sebelumnya didasarkan pada tidak cukup bukti.

Pengadilan pun membatalkan hukuman 20 tahun penjara yang telah dijatuhkan kepada Zhang yang terbukti tidak bersalah.

Setelah satu tahun bebas, Zhang pada Senin (16/7/2018) menerima pembayaran kompensasi dari Pengadilan Daqing sebesar 880.000 yuan.

Meski telah bebas dan mendapat kompensasi, Zhang masih mengharapkan permintaan maaf dari petugas kepolisian dan pejabat pengadilan yang menangani kasusnya sepuluh tahun lalu.

Baca juga: Tak Bersalah, tetapi Dipenjara 31 Tahun, Pria AS Dapat Rp 13,5 Miliar

Kasus pengadilan yang menjatuhkan hukuman kepada orang yang salah cukup sering terjadi di China. Menurut catatan resmi, antara tahun 2013 hingga 2016, ada lebih dari 3.500 keputusan pengadilan yang dibatalkan setelah terdakwa terbukti tidak bersalah.

Atas kesalahan keputusan pengadilan tersebut pengadilan di China telah membayarkan hingga 700 juta yuan (sekitar Rp 1,4 triliun) sebagai kompensasi kepada pihak yang terlanjur dipenjara.



Sumber SCMP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X