India Lanjutkan Rencana Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Kompas.com - 06/06/2018, 21:01 WIB
Sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia. ALEXANDER NEMENOV / AFP Sistem pertahanan anti-serangan udara S-400 buatan Rusia.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India mengumumkan bakal melanjutkan rencana pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia.

Menteri Pertahanan Nirmala Sitharaman berkata, hubungan antara India dan Rusia di sektor industri pertahanan sangatlah lama.

Dia menyebut tidak gentar dengan peringatan Amerika Serikat ( AS) agar tidak membeli S-400 melalui Peraturan Melawan Musuh AS melalui Sanksi (CAATSA).

Baca juga: AS Minta India Tidak Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 dari Rusia


CAATSA yang disahkan pada Agustus 2017 itu merupakan undang-undang yang memberikan sanksi kepada Rusia, Iran, dan Korea Utara (Korut).

"Waktu tengah menguji hubungan tersebut. Perlu kami sampaikan bahwa CAATSA tidak akan merusak kerja sama India-Rusia," ujar Sitharaman dilansir Russian Today Rabu (6/6/2018).

Dia melanjutkan, New Delhi bakal meneruskan transaksi pembelian sistem pertahanan anti-serangan udara bernilai 5,5 miliar dolar AS, atau Rp 76,1 triliun tersebut.

Menurut Institut Perdamaian Internasional Stockholm, India merupakan importir senjata terbesar Negeri "Beruang Merah".

Dalam lima tahun, 62 persen transaksi penjualan senjata Rusia dilaksanakan di negara yang terkenal dengan film Bollywood itu.

India bukan negara satu-satunya negara yang menolak untuk membatalkan pembelian sistem rudal yang bisa menghancurkan misil musuh dari jarak 400 km itu.

Turki juga mengatakan bakal tetap membeli sistem pertahanan anti-serangan udara dengan kode NATO SA-21 Growler itu.

Washington bahkan mengancam bakal membatalkan pengiriman jet tempur F-35 jika Ankara masih ngotot melakukan transaksi.

Baca juga: Saudi Ancam Kerahkan Militer jika Qatar Beli Sistem Rudal S-400

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik dengan Pakistan, India Langsung Menjawab

Internasional
Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Jet Tempur Pasukan Khalifa Haftar Mendarat Darurat di Jalanan Tunisia

Internasional
Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Close Ads X