Kompas.com - 26/04/2018, 08:12 WIB
Foto udara yang diambil pada 27 September 2017 menunjukkan kondisi desa di dekat Maungdaw di utara Rakhine yang terbakar. STR / AFPFoto udara yang diambil pada 27 September 2017 menunjukkan kondisi desa di dekat Maungdaw di utara Rakhine yang terbakar.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB bakal mengutus delegasinya untuk berkunjung ke Myanmar, tepatnya ke negara bagian Rakhine, yang merupakan kampung halaman warga muslim Rohingya.

Kunjungan yang dilakukan pertama kali sejak ribuan warga Rohingya melarikan diri dari serbuan militer Myanmar ke perbatasan Bangladesh itu bertujuan untuk melihat secara langsung dampak krisis di Rakhine.

"Mereka (delegasi DK PBB) akan tiba di Naypyidaw pada tanggal 30 (April) dan akan melanjutkan ke Rakhine keesokan harinya," kata salah seorang pejabat senior Myanmar yang mengetahui rencana perjalanan itu kepada AFP.

Baca juga: Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Tidak disampaikan rincian terkait kunjungan lebih lanjut selain soal waktu yang telah disepakati.

Sebenarnya, Dewan Keamanan PBB telah lama mengajukan proposal untuk melihat langsung situasi di Rakhine, yakni pada Februari lalu.

Namun pemerintah Myanmar belum mengizinkan utusan PBB untuk berkunjung dengan alasan bukan waktu yang tepat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Myanmar baru memberikan Izin kepada dewan beranggotakan 15 negara itu untuk melakukan kunjungan ke Rakhine pada awal bulan April.

Hampir 700.000 warga Rohingya meninggalkan Rakhine di Myanmar dan menuju ke perbatasan Bangladesh pada Agustus 2017 lalu.

Mereka menghindari serangan yang dilancarkan militer Myanmar, yang oleh PBB disebut sebagai pembersihan etnis.

Militer Myanmar juga dikabarkan telah meratakan desa-desa Rohingya di Rakhine dengan dibakar maupun menggunakan buldoser.

Myanmar membantah tuduhan itu tetapi juga sangat membatasi akses ke zona konflik, menghalangi tim pencari fakta PBB dan utusannya untuk masuk dari negara itu.

Baca juga: Myanmar Terima Satu Keluarga Pengungsi Rohingya yang Kembali

Ratusan ribu pengungsi Rohingya tersebut kini menempati kamp-kamp pengungsian di dekat perbatasan Bangladesh.

Myanmar dan Bangladesh telah menyepakati perjanjian proses pemulangan yang awalnya direncanakan dimulai pada Januari lalu. Namun PBB terus mengingatkan bahwa situasi di Rakhine belum aman untuk kembalinya para pengungsi.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X