Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 26/04/2018, 08:12 WIB

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB bakal mengutus delegasinya untuk berkunjung ke Myanmar, tepatnya ke negara bagian Rakhine, yang merupakan kampung halaman warga muslim Rohingya.

Kunjungan yang dilakukan pertama kali sejak ribuan warga Rohingya melarikan diri dari serbuan militer Myanmar ke perbatasan Bangladesh itu bertujuan untuk melihat secara langsung dampak krisis di Rakhine.

"Mereka (delegasi DK PBB) akan tiba di Naypyidaw pada tanggal 30 (April) dan akan melanjutkan ke Rakhine keesokan harinya," kata salah seorang pejabat senior Myanmar yang mengetahui rencana perjalanan itu kepada AFP.

Baca juga: Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Tidak disampaikan rincian terkait kunjungan lebih lanjut selain soal waktu yang telah disepakati.

Sebenarnya, Dewan Keamanan PBB telah lama mengajukan proposal untuk melihat langsung situasi di Rakhine, yakni pada Februari lalu.

Namun pemerintah Myanmar belum mengizinkan utusan PBB untuk berkunjung dengan alasan bukan waktu yang tepat.

Pemerintah Myanmar baru memberikan Izin kepada dewan beranggotakan 15 negara itu untuk melakukan kunjungan ke Rakhine pada awal bulan April.

Hampir 700.000 warga Rohingya meninggalkan Rakhine di Myanmar dan menuju ke perbatasan Bangladesh pada Agustus 2017 lalu.

Mereka menghindari serangan yang dilancarkan militer Myanmar, yang oleh PBB disebut sebagai pembersihan etnis.

Militer Myanmar juga dikabarkan telah meratakan desa-desa Rohingya di Rakhine dengan dibakar maupun menggunakan buldoser.

Myanmar membantah tuduhan itu tetapi juga sangat membatasi akses ke zona konflik, menghalangi tim pencari fakta PBB dan utusannya untuk masuk dari negara itu.

Baca juga: Myanmar Terima Satu Keluarga Pengungsi Rohingya yang Kembali

Ratusan ribu pengungsi Rohingya tersebut kini menempati kamp-kamp pengungsian di dekat perbatasan Bangladesh.

Myanmar dan Bangladesh telah menyepakati perjanjian proses pemulangan yang awalnya direncanakan dimulai pada Januari lalu. Namun PBB terus mengingatkan bahwa situasi di Rakhine belum aman untuk kembalinya para pengungsi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke