Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Kompas.com - 19/04/2018, 23:17 WIB
Foto yang diambil pada September 2017 menunjukkan warga Rohingya yang berjalan di bawah guyuran hujan di kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh. AFP/DOMINIQUE FAGETFoto yang diambil pada September 2017 menunjukkan warga Rohingya yang berjalan di bawah guyuran hujan di kamp pengungsian di Kutupalong, Bangladesh.

COX'S BAZAR, KOMPAS.com - Musim hujan telah kembali tiba di Bangladesh, memunculkan kekhawatiran ratusan ribu pengungsi Rohingya akan ancaman banjir. Hujan pertama pada Kamis (19/4/2018) telah menggenangi kamp-kamp pengungsian yang padat.

Hujan turun cukup lebat telah mengubah jalanan menjadi rawa di tengah kamp-kamp pengungsian. Kondisi tersebut mengulitkan upaya pengiriman bantuan.

"Kami dapat melihat daerah-daerah yang digenangi banjir di kamp-kamp pengungsian dan jalanan yang mulai rusak akibat hujan," kata juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi, Fiona MacGregor, di distrik Cox's Bazar, Bangladesh.

Baca juga: Abaikan PBB, Myanmar Berkeras Segera Pulangkan Pengungsi Rohingya

Organisasi kemanusiaan telah lama memperingatkan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh musim hujan yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada bulan Juni, mengancam kesejahteraan para pengungsi yang tinggal di tenda-tenda sempit di lereng bukit.

Bencana longsor dan banjir yang disebabkan cuaca buruk dapat menjadi mematikan di tenggara Bangladesh, yang juga rentan terjadi angin siklon yang kuat.

Tahun lalu, hujan deras telah memicu banjir bandang di Cox's Bazar dan Bukit Chittagong, yang menewaskan setidaknya 170 orang. Lebih dari 100 orang telah tewas dalam longsor di daerah yang sama pada 2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lembaga-lembaga bantuan telah mengantisipasi dengan menguatkan tenda pengungsian menggunakan beton dan karung pasir.

Juru bicara Save the Children, Daphnee Cook mengatakan, hujan pada Kamis (19/4/2018) telah menimbulkan kerusakan, namun musim hujan dapat memberi ancaman yang jauh lebih besar.

"Jika badai besar menghantam kamp pengungsi maka itu akan menjadi sebuah bencana yang tak bisa dibayangkan," ujarnya dilansir AFP.

Ancaman banjir juga dikhawatirkan memudahkan terjadinya penyebaran penyakit, dengan meluberkan tangki penampungan limbah warga.

Baca juga: Juni, Bangladesh akan Relokasi Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil

Kawasan perbukitan dengan pepohonan yang telah ditebangi turut menambah ancaman dari lapisan tanah yang menjadi tidak stabil.

PBB menilai sebanyak 150.000 pengungsi akan menjadi sangat rentan bahaya selama musim hujan.

Komisioner pengungsi Bangladesh pun berencana memindahkan hingga 100.000 pengungsi ke tempat yang lebih aman, di antaranya ke pulau di lepas pantai selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.