Kompas.com - 25/04/2018, 17:14 WIB
1,3 Ton kokain yang dikirim dari Amerika Selatan diamankan Polisi China. AFP1,3 Ton kokain yang dikirim dari Amerika Selatan diamankan Polisi China.

BEIJING,KOMPAS.com - Kepolisian China mengumumkan telah menyita 1,3 ton narkoba jenis kokain yang diduga berasal dari Amerika Selatan.

Dilansir dari Xinhua via Channel News Asia Rabu (25/4/2018), Kepolisian Kota Shenzhen menggagalkan upaya pengiriman kokain tersebut ke Pelabuhan Shanwei.

Narkoba tersebut dilaporkan bernilai 1 miliar yuan, atau setara dengan Rp 2,2 triliun. "Jumlah itu merupakan tangkapan terbesar kami selama ini," kata polisi dalam pernyataan resmi.

Baca juga : Sembunyikan Kokain dalam Bra, Gadis Remaja Hong Kong Ditahan

Selain menyita 1,3 ton kokain, polisi juga menangkap 10 orang yang diduga menjadi pelaku pengiriman kokain tersebut.

Departemen Keamanan Publik Provinsi Guangdong menjelaskan, penyelidikan akan obat terlarang tersebut mulai dilakukan pada Juli 2017.

Ketika itu, polisi mendapat laporan tentang adanya perdagangan narkoba, dan mulai membentuk satuan tugas khusus sebulan berselang.

Dari hasil penyelidikan, mereka mendapat kabar sebuah komplotan pengedar narkoba bermaksud melakukan pengiriman dalam jumlah besar.

Lima tersangka, tiga di antaranya berasal dari Hong Kong, ditangkap beserta barang bukti 40 kilogram kokain.

Kemudian di Februari lalu, polisi kembali melakukan penangkapan terhadap tiga orang pengedar, dan mengamankan kokain seberat 1.291 kilogram.

Adapun dua pemimpin komplotan tersebut ditangkap di sebuah negara pada Maret, dan langsung dideportasi ke China.

Lebih lanjut, departemen keamanan publik menjelaskan mereka masih menyelidiki apakah kokain itu bakal dipasarkan di China, atau dikirim ke negara lain.

Namun, jika dipasarkan di dalam negeri, pengguna kokain di Negeri "Panda" terbilang kecil jika merujuk data di 2017.

Dari 2,5 juta pengguna narkoba, 60 persen di antaranya mengonsumsi narkoba sintetis, 38 persen menggunakan opium, dan 1,4 persen memakai kokain dan ganja.

Baca juga : Kronologi Penangkapan Pramugari yang Menyimpan Sabu dan Kokain



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X