Kompas.com - 03/03/2018, 12:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Mahkamah Kriminal untuk Inggris dan Wales menetapkan seorang guru asal London terbukti melakukan aksi terorisme.

Diberitakan The Guardian Jumat (2/3/2018), Umar Haque didakwa sengaja melakukan radikalisasi kepada anak-anak untuk bergabung menjadi pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Komandan Dean Haydon berujar , Umar Haque mengajarkan pelajaran agama Islam kepada murid-murid di sekolah Lantern of Knowledge Islamic.

Padahal, Haque tidak memiliki kualifikasi sebagai pengajar. Malah, jabatan awalnya adalah administrator sekolah.

Namun, selama bekerja di sekolah tersebut dari September 2015 hingga 2016, dia juga merangkap sebagai asisten guru.

Baca juga : Ancaman ISIS Bikin Mia Khalifa Pensiun dari Industri Film Porno

"Rencana terdakwa adalah membangun pasukan anak-anak ISIS," kata Haydon yang menjabat sebagai Kepala Kontra-terorisme Scotland Yard itu.

Haydon menerangkan, selama mengajar, Haque menayangkan gambar sadis seperti pemenggalan, peluru, maupun paspor yang dibakar.

Selain itu, dalam pengakuan seorang murid, Haque juga mengajarkan mereka untuk berkelahi dan memberikan latihan fisik.

"Dia melakukan itu semua karena targetnya, enam tahun dari sekarang dia bakal melancarkan serangan besar ke London," kata siswa itu kepada The Independent.

Haque bermaksud untuk menjadikan anak-anak itu sebagai pelaku serangan ISIS di Inggris jika mereka sudah cukup dewasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.