Kompas.com - 08/02/2018, 18:32 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Jumat (9/2/2018) bakal digelar pesta pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan (Korsel).

Namun, mata dunia tidak sekadar tertuju kepada pesta pembukaan. Melainkan keberadaan delegasi Korea Utara (Korut), dan Amerika Serikat (AS) di sana.

Kebetulan, pesta pembukaan nanti bakal dihadiri oleh para pejabat tingkat tinggi dari kedua negara.

Wakil Presiden AS, Mike Pence, dilaporkan telah terbang dari Jepang ke Pyeongchang Kamis (8/2/2018).

Sedangkan Korut diwakili oleh Pemimpin Seremonial Kim Yong Nam, dan Wakil Ketua Departemen Agitasi dan Propaganda Partai Buruh, Kim Yo Jong.

Adapun Kim Yo Jong merupakan adik kandung dari Pemimpin Korut, Kim Jong Un. Mereka bakal terbang dari Pyongyang ke Incheon Jumat siang waktu setempat.

Baca juga : Adik Kim Jong Un Jadi Delegasi Korut di Olimpiade Musim Dingin

Kans kedua negara bertemu dan mulai melakukan dialog sangat besar. Namun, Korut dengan tegas menutup kemungkinan tersebut.

Dilansir The Independent, kantor berita Korut, KCNA, menyatakan tidak akan ada pertemuan antara mereka dengan AS.

"Kami tidak ada niat bertemu mereka. Baik besok (Jumat) dan sampai kapanpun," ujar KCNA mengutip Jo Yong Sam.

Jo Yong Sam adalah Direktur Jenderal Departemen Amerika Utara pada Kementerian Luar Negeri Korut.

Jo melanjutkan, para delegasi Korut hanya datang untuk melihat pesta pembukaan Olimpiade, dan mengucapkan selamat atas kesuksesan Korsel sebagai tuan rumah.

Namun Pence, sesaat sebelum bertolak ke Korsel dari Pangkalan Udara Yokota, menyatakan AS siap dengan segala kemungkinan.

"Seluruh opsi tersedia di meja. Biarkan dunia tahu bahwa kami sudah siap untuk apapun. Bahkan, militer AS dan Jepang juga siap untuk berjuang jika terjadi kemungkinan terburuk," tegas Pence.

Sebelumnya, Pence menyatakan Washington sudah siap menjatuhkan sanksi paling berat kepada Korut.

Pence menekankan, semua opsi yang ada akan diberikan dan menjanjikan Washington akan terus mengirimkan aset militer paling canggih ke Jepang, dan juga wilayah lain yang lebih luas untuk melindungi dari ancaman yang mungkin dari Korea Utara.

Pence juga memastikan Korea Utara tidak akan dapat "membajak" gelaran pesta olahraga, Olimpiade Musim Dingin, dengan propaganda, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak.

Baca juga : Dampak Sanksi Internasional, Korut Minta Bahan Bakar ke Korsel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.