Australia Kekurangan Tenaga Kerja Pemetik Buah - Kompas.com

Australia Kekurangan Tenaga Kerja Pemetik Buah

Kompas.com - 15/01/2018, 14:53 WIB
Pekerja pemetik melon di Queensland, Australia. (Australia Plus)
Pekerja pemetik melon di Queensland, Australia. (Australia Plus)


MELBOURNE, KOMPAS.com - Australia kekurangan tenaga bantuan pemetik buah di saat musim panen sudah dimulai.

Petani buah di negara bagian Victoria kekurangan hingga 3.000 pekerja musiman untuk memanen buah.

Mike Crisera dari organisasi Fruit Growers Victoria mengatakan situasinya kini lebih mengkhawatirkan.

"Terlebih dengan buah ceri dan buah-buahan berbiji yang tidak bisa kita biarkan di pohon dalam waktu lama," katanya.

"Menurut saya di daerah ini kekurangan hingga dua sampai tiga ribu orang," katanya.

Baca juga : Ratusan Ton Nanas di Australia Dibiarkan Membusuk

Crisera mengatakan para petani mencari tenaga kerja lewat program tenaga kerja musiman yang dikelola pemerintah federal untuk membantu kekurangan tenaga di masa depan.

Di negara bagian Tasmania, satu perkebunan berry telah menghubungi organisasi Fruit Growers Tasmania untuk mencari lebih banyak tenaga kerja, setelah mereka terpaksa membiarkan ratusan ton buah membusuk karena tidak cukup banyak pemetik yang tersedia.

Phil Pike, manajer pengembangan bisnis di Fruit Growers Tasmania, mengatakan para petani di Tasmania tidaklah sendirian mengalami kekurangan tenaga kerja ini.

"Kami mendengar kesulitan ini dialami di seluruh negara bagian," ucapnya.

Baca juga : Australia Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Kesehatan Mental Pelajar

Dia mengatakan angka sebenarnya sulit dilacak karena pergerakan pekerja musiman sangatlah cepat.

"Kami tahu, rata-rata, ada sekitar 6.000 pekerja yang dibutuhkan setiap tahun tapi kami punya budidaya baru dan melakukan ekspansi besar-besaran."

"Saya berani mengatakan, jika pada akhir musim ini kita mengumpulkan pekerja, maka kebutuhan akan pekerja musiman akan lebih tinggi daripada yang tersedia."

Petani stoberi, Dave Jennings dari Cygnet, kehilangan ratusan ton buah karena kekurangan pekerja musiman.

Baca juga : Koala Ditemukan Mati dan Dipaku Picu Kemarahan Warga Australia

Meskipun sudah mengiklankan lowongan kerja di situs Tasmanian Agriculture Jobs pada pekan ini, namun jumlah tenaga kerja tidak mencapai kebutuhan di saat panen.

"Pada tahap ini, mungkin sudah terlambat bagi kita. Di November dan awal Desember, kita kehilangan 300 ton buah yang dibiarkan membusuk," katanya.

Jennings meyakini semakin banyak jumlah pekerjaan yang tersedia juga menjadi penyebab masalah ini.

"Kami tahu, rata-rata, ada sekitar 6.000 pekerja yang dibutuhkan setiap tahun tapi kami terus melakukan ekspansi besar-besaran," ujarnya.


EditorVeronika Yasinta
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X