Kompas.com - 28/12/2017, 09:22 WIB
Menteri Luar Negeri Guatemala, Sandra Jovel, menjawab pertanyaan saat konferensi pers di Istana Budaya di Guatemala City pada Rabu (27/12/2017). (AFP/Orlando Estrada) Orlando EstradaMenteri Luar Negeri Guatemala, Sandra Jovel, menjawab pertanyaan saat konferensi pers di Istana Budaya di Guatemala City pada Rabu (27/12/2017). (AFP/Orlando Estrada)
|
EditorVeronika Yasinta


GUATEMALA CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Guatemala menyatakan tidak ada tekanan dari Amerika Serikat terkait keputusan pemindahan kedutaan besarnua ke Yerusalem.

Menteri luar negeri Guatemala, Sandra Jovel mengatakan pemindahan  kedubes Guatemala dari Tel Aviv ke Yerusalem merupakan keputusan sepenuhnya oleh pemerintah.

"Tidak ada tekanan apapun, tidak ada tekanan dari Amerika Serikat . Ini adalah keputusan pemerintah, negara, dan kebijakan luar negeri Guatemala," katanya, seperti dilansir dari AFP, Rabu (27/12/2017).

Afirmasinya itu menyusul pengumuman Presiden Guatemala Jimmy Morales pada Minggu (24/12/2017) terkait pemindahan kedutaannya di Israel.

Baca juga : Ikuti AS, Guatemala Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Deklarasi tersebut membuat Guatelama menjadi negara pertama dan sejauh ini negara satu-satunya, yang mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump.

Guatelama, seperti AS, belum menyatakan kapan realisasi pemindahan kedubes akan terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, langkah yang kontrovesial itu hadir saat PBB mengeluarkan resolusi tentang status Yerusalem hanya dapat diputuskan melalui perundingan damai antara Israel dan Palestina.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pengumuman AS dan Guatemala hanyalah permulaan. Dia memprediksi masih akan ada negara yang menyusul langkah kedua negara tersebut.

Baca juga : Terkait Yerusalem, Ada 10 Negara yang Disebut Siap Ikuti Jejak AS

Sebelumnya, wakil menteri luar negeri Israel, Tzipi Hotovely menyebut, pemerintahannya sedang menjalin komunikasi dengan sedikitnya 10 negara yang kemungkinan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

Namun, dia tidak menyebut secara spesifik nama-nama negara yang bakal mengikuti jejak AS. Radio publik di Israel mengutip sumber diplomat Israel menyebutkan negara seperti Honduras, Filipina, Romania, dan Sudan Selatan akan menyusul.



Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.