Akibat Gejolak Politik, Jumlah Turis di Catalonia Berpeluang Anjlok

Kompas.com - 07/11/2017, 10:12 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


BARCELONA, KOMPAS.com - Divisi pariwisata Catalonia memperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung akan menurun 10 persen hingga 12 persen pada kuartal keempat tahun ini.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh gejolak politik menyusul adanya referendum 1 Oktober 2017  mengakibatkan sejumlah pejabat penting Catalonia dipenjara. Sementara, presiden tersingkir Catalonia Carles Puidgemont kabur ke Belgia.

Penurunan jumlah turis itu setara dengan potensi perputaran uang di bidang pariwisata hingga 450 juta euro atau Rp 7 triliun.

Dilansir dari VOA, Senin (6/11/2017), pejabat pariwisata Catalonia, Patric Torren mengatakan, potensi anjloknya wisata itu disebabkan penurunan perjalanan bisnis, termasuk acara-acara konvensi.

Kalangan ekonom mengkhawatirkan makin memburuknya lingkungan bisnis di Catalonia, terlebih sekitar 1.500 perusahaan telah angkat kaki dari wilayah tersebut.

Baca juga : Spanyol Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Pemimpin Catalonia

Hal tersebut memicu ketidakpastian ekonomi, bahkan lembaga pemeringkat kredit Moody's memperingatkan adanya kemungkinan pemulihan keuangan yang sulit di Catalonia.

Moody's meyakini ketidakstabilan politik Catalonia akan berdampak negatif, khususnya sentimen investor asing dan sektor pariwisata.

Industri pariwisata merupakan pendorong utama perekonomian di Catalonia, sebagai wilayah terkaya di Spanyol.

Torrent mengaku telah bertemu dengan Menteri Energi, Pariwisata dan Digital Spanyol, Alvaro Nadal.

Menurut keterangannya, Nadal meminta kebijakan wisata di Catalonia tetap berjalan seperti biasa, hingga diselenggarakan pemilu pada 21 Desember 2017.

"Jalan-jalan sudah berjalan normal, restoran juga beroperasi seperti biasa. Tujuan kami mengembalikan situasi yang sama (sebelum gejolak politik)," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber VOA News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.