Kompas.com - 05/11/2017, 06:36 WIB
Warga membawa spanduk dengan tulisan Bebaskan Tahanan Politik saat beraksi mendukung anggota kabinet Catalonia yang dibubarkan setelah hakim Spanyol memerintahkan pemimpin Catalonia ditahan menunggu penyelidikan atas desakan kemerdekaan Catalonia, di depan balai kota Barcelona, Spanyol, Jumat (3/11/2017). ANTARA FOTO/REUTERS/ALBERT GEAWarga membawa spanduk dengan tulisan Bebaskan Tahanan Politik saat beraksi mendukung anggota kabinet Catalonia yang dibubarkan setelah hakim Spanyol memerintahkan pemimpin Catalonia ditahan menunggu penyelidikan atas desakan kemerdekaan Catalonia, di depan balai kota Barcelona, Spanyol, Jumat (3/11/2017).
EditorLaksono Hari Wiwoho

MADRID, KOMPAS.com - Seorang hakim di Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan warga Eropa (EAW) bagi pemimpin Catalonia yang dipecat dan empat mantan pejabatnya yang pergi ke Belgia.

Lima orang tersebut tidak hadir dalam sidang di Madrid, Kamis (2/11/2017), ketika sembilan orang mantan anggota pemerintahan regional Catalonia ditahan. Seorang mantan pejabat Catalonia yang ditahan telah dibebaskan dengan jaminan 50.000 euro atau setara Rp 783 juta.

Para mantan pejabat Catalonia itu menghadapi dakwaan pemberontakan dan penyalahgunaan dana publik untuk mendorong kemerdekaan Catalonia.

(Baca juga : Delapan Pejabat Catalonia Ditahan)

Peradilan Spanyol selanjutnya akan mengirim permintaan ekstradisi ke jaksa federal Belgia. Sementara itu, juru bicara kejaksaan Belgia mengatakan akan mempelajari surat perintah tersebut.

Carles Puigdemont, yang diberhentikan oleh pemerintah Spanyol pekan lalu sebagai Presiden Catalonia dan kini bersembunyi di Belgia, kemungkinan akan terkena perintah penangkapan Eropa setelah absen di persidangan di Madrid.

Puigdemont akan mengajukan banding jika hakim Belgia menyetujui permintaan ekstradisi tersebut. Ia menyatakan tidak akan kembali ke Spanyol kecuali mendapat jaminan untuk menjalani persidangan yang adil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Parlemen regional Catalonia telah memproklamasikan kemerdekaan wilayah tersebut pada pekan lalu, setelah melakukan referendum pada 1 Oktober 2017. Pemerintah Spanyol menolak referendum dan kemerdekaan Catalonia tersebut. Spanyol juga mengambil alih kekuasaan dengan menggunakan aturan darurat dalam konstitusinya.

Selain Puigdemont, surat perintah penangkapn itu juga berlaku bagi empat mantan pejabat Catalonia yang pergi bersama Puigdemont. Mereka adalah mantan Menteri Pertanian Meritxell Serret, mantan Menteri Kesehatan Antoni Comin, eks Menteri Kebudayaan Lluis Puig, dan mantan Menteri Pendidikan Clara Ponsati.

Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kanan) tiba bersama istrinya Marcela Topor di Parlemen Daerah Catalan di Barcelona, Spanyol, Jumat (27/10/2017).ANTARA FOTO/REUTERS/RAFAEL MARCHANTE Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kanan) tiba bersama istrinya Marcela Topor di Parlemen Daerah Catalan di Barcelona, Spanyol, Jumat (27/10/2017).
Puigdemont merupakan presiden di wilayah otonom Catalonia sampai proklamasi kemerdekaan dan menganggap dirinya sebagai presiden dari negara baru yang memproklamasikan diri sebagai "Republik Catalonia".

Puigdemont dan koleganya pergi ke Belgia untuk mengangkat kasus status negara mereka pada institusi Eropa.

Dalam sebuah wawancara dengan TV Belgia yang ditayangkan pada Jumat (3/11/2017), Puigdemont menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas peradilan Belgia. Dia juga mengatakan siap untuk menyelenggarakan pemilihan regional di Catalonia pada bulan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP, BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.