Kompas.com - 05/11/2017, 06:36 WIB
EditorLaksono Hari Wiwoho

MADRID, KOMPAS.com - Seorang hakim di Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan warga Eropa (EAW) bagi pemimpin Catalonia yang dipecat dan empat mantan pejabatnya yang pergi ke Belgia.

Lima orang tersebut tidak hadir dalam sidang di Madrid, Kamis (2/11/2017), ketika sembilan orang mantan anggota pemerintahan regional Catalonia ditahan. Seorang mantan pejabat Catalonia yang ditahan telah dibebaskan dengan jaminan 50.000 euro atau setara Rp 783 juta.

Para mantan pejabat Catalonia itu menghadapi dakwaan pemberontakan dan penyalahgunaan dana publik untuk mendorong kemerdekaan Catalonia.

(Baca juga : Delapan Pejabat Catalonia Ditahan)

Peradilan Spanyol selanjutnya akan mengirim permintaan ekstradisi ke jaksa federal Belgia. Sementara itu, juru bicara kejaksaan Belgia mengatakan akan mempelajari surat perintah tersebut.

Carles Puigdemont, yang diberhentikan oleh pemerintah Spanyol pekan lalu sebagai Presiden Catalonia dan kini bersembunyi di Belgia, kemungkinan akan terkena perintah penangkapan Eropa setelah absen di persidangan di Madrid.

Puigdemont akan mengajukan banding jika hakim Belgia menyetujui permintaan ekstradisi tersebut. Ia menyatakan tidak akan kembali ke Spanyol kecuali mendapat jaminan untuk menjalani persidangan yang adil.

Parlemen regional Catalonia telah memproklamasikan kemerdekaan wilayah tersebut pada pekan lalu, setelah melakukan referendum pada 1 Oktober 2017. Pemerintah Spanyol menolak referendum dan kemerdekaan Catalonia tersebut. Spanyol juga mengambil alih kekuasaan dengan menggunakan aturan darurat dalam konstitusinya.

Selain Puigdemont, surat perintah penangkapn itu juga berlaku bagi empat mantan pejabat Catalonia yang pergi bersama Puigdemont. Mereka adalah mantan Menteri Pertanian Meritxell Serret, mantan Menteri Kesehatan Antoni Comin, eks Menteri Kebudayaan Lluis Puig, dan mantan Menteri Pendidikan Clara Ponsati.

Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kanan) tiba bersama istrinya Marcela Topor di Parlemen Daerah Catalan di Barcelona, Spanyol, Jumat (27/10/2017).ANTARA FOTO/REUTERS/RAFAEL MARCHANTE Presiden Catalonia Carles Puigdemont (kanan) tiba bersama istrinya Marcela Topor di Parlemen Daerah Catalan di Barcelona, Spanyol, Jumat (27/10/2017).
Puigdemont merupakan presiden di wilayah otonom Catalonia sampai proklamasi kemerdekaan dan menganggap dirinya sebagai presiden dari negara baru yang memproklamasikan diri sebagai "Republik Catalonia".

Puigdemont dan koleganya pergi ke Belgia untuk mengangkat kasus status negara mereka pada institusi Eropa.

Dalam sebuah wawancara dengan TV Belgia yang ditayangkan pada Jumat (3/11/2017), Puigdemont menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas peradilan Belgia. Dia juga mengatakan siap untuk menyelenggarakan pemilihan regional di Catalonia pada bulan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber AFP, BBC


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.