Kompas.com - 25/10/2017, 10:35 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

RIYADH, KOMPAS.com - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz menilai negaranya berada dalam situasi "tidak normal" selama 30 tahun terakhir.

Pewaris tahta raja itu juga meminta dukungan global menjadikan Arab Saudi sebuah kerajaan yang terbuka sehingga memberdayakan warga negaranya dan menarik minat investor.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Selasa (24/10/2017), Pangeran Mohammad mengatakan, doktrin yang kaku telah mengatur masyarakatnya akibat reaksi atas revolusi Iran, membuat pemimpin sebelumnya tidak tahu bagaimana menangani hal tersebut.

Menurutnya, setelah revolusi Iran pada 1979, masyarakat ingin menduplikasi sistem pemerintahan tersebut di beberapa negara, salah satunya di Arab Saudi.

"Kita tidak tahu bagaimana menanganinya. Masalahnya, hal tersbeut sudah tersebar di dunia. Sekarang saatnya  untuk membuangnya," ujarnya.

Baca: Arab Saudi Bertekad Jadi Negara Islam Moderat dan Terbuka

Pangeran berusia 32 tahun itu juga telah meluncurkan program investasi dengan target ambisius sebesar 500 miliar dolar AS di zona ekonomi bebas yang mencakup Arab Saudi, Yordania, dan Mesir.

"Kami merupakan negara G-20. Salah satu negara dengan ekonomi terbesar. Kami berada di tiga benua," katanya.

"Mengubah Arab Saudi menjadi sarana yang baik dalam membantu kawasan dan dunia. Ini yang sedang kami lakukan di sini. Kami berharap mendapatkan dukungan dari semua orang," lanjutnya.

Sebelumnya, Pangeran Mohammad mengatakan keinginannya untuk mengembalikan Arab Saudi sebagai negara Islam moderat yang terbuka bagi dunia dan bagi agama apapun.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.