Arab Saudi Bertekad Jadi Negara "Islam Moderat dan Terbuka"

Kompas.com - 25/10/2017, 08:45 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud pada sebuah wawancara di televisi dalam acara peluncuran inverasi masa depan di Riyadh, Selasa (24/10/2017) waktu setempat. (FOX) Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud pada sebuah wawancara di televisi dalam acara peluncuran inverasi masa depan di Riyadh, Selasa (24/10/2017) waktu setempat. (FOX)
|
EditorPascal S Bin Saju

RIYADH, KOMPAS.com - Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman bin Abdulaziz berjanji pada kekuasaannya nanti, negaranya bakal menerapkan konsep "Islam moderat dan terbuka", yang ramah bagi semua agama dan juga dunia.

Pernyataan itu dia sampaikan pada sebuah wawancara di televisi dalam acara peluncuran inverasi masa depan di Riyadh, Selasa (24/10/2017) waktu setempat.

The Guardian melaporkan, Mohammad juga meminta dukungan global untuk membantu mengubah wajah "garis keras" di negara kerajaan itu menjadi sebuah negara terbuka, yang bisa memberdayakan semua potensi, dan terbuka bagi investasi asing.

Pangeran Mohammad juga menegaskan, Arab Saudi akan berbuat lebih banyak untuk mengatasi ekstremisme.

"Kami tidak akan membuang 30 tahun hidup kami dengan pemikiran ekstremis. Kami akan menghancurkan pemikiran itu saat ini," katanya, seperti dilansir dari The Independet.

Baca: Perempuan Arab Saudi yang Mengemudi Mobil, Kini Masih Diburu Sanksi

Klaim Pangeran Mohammad bakal menghadapi sambutan skeptis dari dunia internasional. Sebab, ulama garis keras dinilai masih memiliki kekuatan dan pengaruh di negara tersebut.

Sebelumnya, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengangkat Pangeran Mohammad sebagai pewaris tahta pada awal tahun ini.

Pangeran Mohammad dipandang sebagai cerminan kerajaan Arab Saudi yang modern, yang lebih kekinian.

Pangeran berusia 32 tahun itu mendorong target "Visi 2030", yang berisi kebijakan ekonomi dan sosial jangka panjang untuk menghilangkan ketergantungan negara terhadap minyak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X