Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panen Kentang Berkurang, Selandia Baru Alami Krisis Keripik

Kompas.com - 16/10/2017, 20:21 WIB
Ervan Hardoko

Penulis

Sumber Telegraph

AUCKLAND, KOMPAS.com - Penduduk Selandia Baru kini tengah menghadapi krisis. Mereka kini menghadapi krisis keripik setelah persediaan kentang menipis.

Curah hujan yang terlampau tinggi selama satu tahun terakhir menghancurkan tanaman kentang negeri itu yang langsung memengaruhi produksi keripik.

Sebanyak 20 persen panen kentang hancur disapu banjir yang melanda bagian utara dan selatan negeri itu.

Celakanya, sebagian besar yang hancur adalah varietas kentang yang biasa digunakan untuk memproduksi keripik.

Baca: Tahun Depan, China Berencana Tanam Kentang di Permukaan Bulan

Menyusutnya pasokan kentang membuat warga Selandia Baru galau karena mereka terancam tak bisa menikmati camilan favorit ini.

Beruntung, sejumlah pengecer besar di Selandia Baru mengatakan masalah ini tak akan berdampak buruk. Sebab mereka memiliki cukup banyak persediaan keripik kentang.

"Kami memiliki banyak jenis produksi di pusat-pusat distribusi kami dan untuk tahap kini kami tak kekurangan persediaan," kata Antoinette Laird, juru bicara Foodstuff.

"Kami bekerja dengan pemasok untuk mengelola masalah permintaan dan persediaan," tambah Laird.

Namun, juru bicara perusahaan eceran lainya Countdown mengatakan, para pemasok mengatakan, persediaan keripik kentang akan menyusut dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami tetap bekerja sama langsung dengan para pemasok untuk mengatasi masalah ini," ujar dia.  

Baca: Gigi Manusia Ditemukan di Dalam Kentang Goreng McDonald's

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Telegraph
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com