Kompas.com - 22/09/2017, 16:14 WIB
Foto yang diambil pada tanggal 21 September 2017 dan diterima pada tanggal 22 September dari Dinas Kepolisian Queensland, Australia, menunjukkan seekor buaya laki-laki berukuran 5.2 meter yang ditemukan di Sungai Fitzroy dekat Rockhampton dengan satu luka tembak di kepala. Ada kekhawatiran kematian penembakan buaya ini akan menciptakan kekosongan kekuasaan di populasi lokal - dengan peringatan bahwa buaya muda akan semakin mengganas. QUEENSLAND POLICE VIA AFPFoto yang diambil pada tanggal 21 September 2017 dan diterima pada tanggal 22 September dari Dinas Kepolisian Queensland, Australia, menunjukkan seekor buaya laki-laki berukuran 5.2 meter yang ditemukan di Sungai Fitzroy dekat Rockhampton dengan satu luka tembak di kepala. Ada kekhawatiran kematian penembakan buaya ini akan menciptakan kekosongan kekuasaan di populasi lokal - dengan peringatan bahwa buaya muda akan semakin mengganas.
EditorGlori K. Wadrianto

SYDNEY, KOMPAS.com - Sebuah perburuan untuk mencari orang yang membunuh seekor buaya air asin raksasa di Australia telah dimulai.

Bangkai buaya raksasa berukuran panjang 5,2 meter itu ditemukan di Sungai Fitzroy di Queensland, pada hari Kamis lalu.

Di kepala buaya besar itu terdapat luka tembak. Demikian penjelasan otoritas Departemen Lingkungan, yang dikutip kantor berita AFP, Jumat (22/9/2017).

Pihak berwenang pun memperingatkan, bahwa kematian buaya raksasa itu bakal memicu perilaku agresif di antara buaya-buaya muda di daerah tersebut.

Baca: Ada 4 Jenis Buaya di Indonesia, Bagaimana Menghindarinya?

"Membunuh buaya adalah perbuatan ilegal. Kami bekerja sama dengan Departemen Lingkungan masih memburu pelaku pembunuhan buaya ini," demikian pernyataan kepolisian setempat. 

Berdasarkan undang-undang konservasi negara bagian, hukuman maksimum untuk membunuh buaya secara ilegal adalah denda sebesar 28.000 dollar Australia.

Penemuan buaya mati ini memaksa otoritas terkait untuk mengeluarkan peringatan akan adanya potensi agresi dari buaya-buaya lain di kawasan itu.

"Orang perlu memahami dengan jelas kematian hewan ini telah mengubah keseimbangan populasi buaya di Fitzroy."

Demikian dikatakan Direktur Operasional Keanekaragaman Lingkungan di Departemen Lingkungan Michael Joyce kepada Australian Broadcasting Corporation.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X