Kompas.com - 11/05/2017, 22:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

YEKATERINBURG, KOMPAS.com - Pengadilan Rusia, Kamis (11/5/2017), menjatuhkan vonis untuk seorang blogger video yang menebar kebencian terhadap umat Kristen, melalui video online.

Dalam video tersebut terlihat blogger itu mengejar Pokemon di dalam sebuah gereja.

Blogger bernama Ruslan Sokolovsky tersebut dikenal sebagai seorang ateis militan.

Seperti diberitakan AFP, dia memasang video tersebut di saluran YouTube-nya.

Akibatnya, dia telah ditahan sejak Agustus 2016, dan menghabiskan sembilan bulan hidupnya di penjara, dan juga tahanan rumah.

Kasus ini terjadi di Kota Yekaterinburg, wilayah Ural, di mana dia menyoroti peran gereja ortodoks yang kuat.

Kasus ini lalu dibandingan dengan skandal kelompok punk Pussy Riot yang dipenjara.

Anggota Pussy Riot menjalani hukuman menyusul sebuah pertunjukan yang kritis terhadap Presiden Vladimir Putin di sebuah Katedral Moskwa, tahun 2012.

Sokolovsky lahir pada tahun 1994. Dia dituduh menghujat setelah film yang menggambarkan keberadaan dia di Gereja Yekaterinburg, sambil bermain Pokeman.

Dalam unggahannya itu, dia melontarkan sumpah serapah, termasuk menyebut bahwa Pokemon lebih mudah ditemukan daripada Yesus.

Hakim Yekaterina Shoponyak menghukumnya dengan tiga tuduhan, termasuk menebar kebencian dan melanggar hak orang percaya.

"Mengumpulkan semua pelanggaran, hukuman pengadilan (Sokolovsky) sampai tiga tahun enam bulan penjara," kata Shoponyak.

"Hukumannya ditangguhkan, dengan masa percobaan tiga tahun," kata dia di tengah ruang sidang yang penuh sesak.

Pengadilan setuju dengan penuntutan bahwa sejumlah video di saluran Sokolovsky menyakiti perasaan orang-orang religius dan sarat kebencian.

Dia pun sempat membandingkan Yesus Kristus dengan zombie, dan mengatakan bahwa Tuhan tidak ada.

Sokolovsky berpendapat bahwa Rusia adalah negara yang penuh kezaliman.

"Pernyataan itu membingungkan warga dan tidak menghormati masyarakat," kata Shoponyak dalam vonis yang dijatuhkan dalam persidangan selama tiga jam tersebut.

"Tindakan ini tindakan ekstrem," kata dia tentang rekaman video Sokolovsky.

Namun, harapan untuk memberikan hukuman penjara kepada Sokolovsky pupus.

Dengan masa percobaan dalam vonis itu, dia dibebaskan dari tahanan rumah, dan disambut tepuk tangan dan desahan lega di ruang sidang.

"Saya pikir saya akan mati dan tidak melihatnya lagi," kata ibunya setelah sidang.

"Terima kasih semuanya," sambung dia.

Sokolovsky selama persidangan mengaku tidak bersalah dan menolak untuk bersaksi.

Dalam sebuah pernyataan terakhir, dia mengaku sebagai seorang ateis, kosmopolitan, dan seorang libertarian.

Dia juga mengaku  tidak ingin mencegah orang mempraktikkan ajaran agama mereka.

Amnesty International menyebut dia sebagai tahanan nurani, dan telah mendesak Rusia untuk membebaskannya.

Baja: Jaksa Rusia Tuntut Pria Pemburu Pokemon di Gereja Dipenjara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.