Kompas.com - 10/12/2016, 11:18 WIB
EditorErvan Hardoko

Surat-surat rahasia itu secara berkala diterbitkan Wikileaks beberapa bulan sebelum pilpres yang merusak peluang kemenangan Hillary.

Sebulan sebelum pemilihan presiden, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Direktur Intelijen Nasional mengumumkan dugaan intervensi Rusia.

"Pemerintah Rusia terkait dengan peretasan surat-surat elektronik dari warga dan institusi AS, termasuk dari organisasi politik AS," demikian pernyataan intelijen AS.

"Peretasan dan pencurian ini dilakukan untuk memengaruhi proses pemilihan presiden AS," masih pernyataan tersebut.

Namun, dalam sebuah wawancara dengan majalah Time, Donald Trump menepis dugaan komunitas intelijen AS.

Dia bahkan menduga badan-badan intelijien sudah digunakan untuk kepentingan politik.

"Bisa saja Rusia, bisa saja China, atau seseorang di kediamannya di New Jersey," kata Trump tentang dugaan keterlibatan Rusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.