Buka Bisnis "Game Online" Ilegal, 1.318 Warga China Ditangkap

Kompas.com - 29/11/2016, 18:50 WIB
Lebih dari 1.300 warga China ditangkap di Filipina karena terlibat dalam bisnis permainan daring. New Straits TimesLebih dari 1.300 warga China ditangkap di Filipina karena terlibat dalam bisnis permainan daring.
EditorPascal S Bin Saju

MANILA, KOMPAS.com – Otoritas Imigrasi Filipina, Selasa (29/11/2016), mengatakan, 1.318 warga China ditangkap karena secara ilegal membuka bisnis permainan daring (game online) tak berizin.

China menyatakan keprihatinannya atas operasi di kompleks kasino di Filipina utara dan mengatakan Manila harus menjamin "perlakuan yang manusiawi " atas mereka yang ditahan.

Sebanyak 1.318 warga China ditahan setelah sebuah operasi besar pada 24 November di kota Angeles, kata juru bicara Imigrasi Filipina, Maria Antoinette Mangrobang kepada Agence France-Presse.

"Sejumlah orang di antaranya telah didakwa melakukan pelanggaran imigrasi dan terlibat dalam kegiatan yang menguntungkan pada bisnis game online tanpa izin," katanya.


Mereka yang dinyatakan terbuki bersalah kemungkinan akan dideportasi.  Mangrobang menambahkan, memilah-milah dokumen setiap mereka yang ditahan akan memakan waktu.

China menyatakan "sangat prihatin dengan penahanan oleh pihak Filipina terhadap sejumlah besar  warga China," kata juru bicara Kemenlu China, Geng Shuang, kepada wartawan.

Beijing telah menyerukan Manila untuk menangani kasus tersebut "dengan tanpa keberpihakan" dan menuntut pembebasan segera orang-orang yang ditahan itu sesuai hukum di Filipina.

Pemerintah Filipina harus "menjamin keselamatan dan memperlakukan secara manusiawi semua mereka yang tersandung," demikian Beijing dalam sebuah pernyataan.

Menurut Mangrobang, beberapa warga China yang ditahan tiba di Filipina baru-baru ini dengan visa turis. Sedangkan lainnya dengan visa kerja. Mereka dinyatakan bersalah karena tidak sesuai dengan visa yang diberikan.

"Kami hanya menegakkan hukum imigrasi Filipina," kata Mangrobang.

Penangkapan terjadi setelah Presiden Rodrigo Duterte melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada Oktober 2016 dalam upaya untuk memperbaiki hubungan bilateral yang rusak akibat sengketa maritim di Laut China Selatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X