Kompas.com - 25/11/2016, 12:39 WIB
Gedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg. AFP/GettyGedung Parlemen Uni Eropa di Strasbourg.
EditorPascal S Bin Saju

BERLIN, KOMPAS.com - Sebanyak 15 negara Uni Eropa telah bergabung dengan Jerman untuk menekan perjanjian pengendalian persenjataan baru dengan Rusia.

Seperti dikutip koran Die Welt, Jumat (25/12/2016), dialog lebih lanjut diperlukan untuk mencegah perlombaan persenjataan di Eropa setelah aksi Rusia di Semenanjung Crimea dan Ukraina Timur.

"Keamanan Eropa dalam bahaya," kata Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier, kepada koran Die Welt.

"Sesulit hubungan dengan Rusia mungkin saat ini kita membutuhkan pembahasan lebih lanjut, tidak kurang," ujarnya melanjutkan.

Steinmeier, seorang Sosial Demokrat yang dinominasikan sebagai Presiden Jerman pada periode mendatang, pertama kali terlibat dalam kesepakatan senjata yang baru dengan Rusia pada Agustus lalu untuk menghindari meningkatnya ketegangan di Eropa.

Ke-15 negara yang masuk ke dalam Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (OSCE) telah menyetujui inisiatif yang diajukan Steinmeier.

Negara tesebut antara lain Perancis, Italia, Austria, Belgia, Swiss, Republik Ceko, Spanyol, Finlandia, Belanda, Norwegia, Rumania, Swedia, Slovakia, Bulgaria, dan Portugal.

Kelompok itu berencana untuk mengeluarkan pernyataan bersama pada Jumat dan akan bertemu kembali dalam musyawarah pada pertemuan tingkat menteri OSCE di Hamburg, Jerman, 8-9 Desember, yang saat ini memegang periode rotasi jabatan presiden organisasi tersebut.

Steinmeier mengutuk aneksasi Rusia terhadap Crimea dan dukungannya kepada kelompok separatis di Ukraina Timur, dengan menyebutnya sebagai tindakan yang meremehkan ikatan kuat kepercayan yang telah dibentuk puluhan tahun dan mengancam kemunculan perlombaan persenjataan baru.

Dia mendesak lebih banyak negara untuk bergabung dengan inisiatif pengendalian senjata tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X