Tugas Berat Menanti Theresa May di Inggris yang "Terbelah"

Kompas.com - 13/07/2016, 18:09 WIB
Pemimpin Partai Konservatif Theresa May dicum suaminya Philip John May, setelah memberikan keterangan kepada para jurnalis di pintu masuk Istana Westminster, London. CHRIS RATCLIFFE / AFP Pemimpin Partai Konservatif Theresa May dicum suaminya Philip John May, setelah memberikan keterangan kepada para jurnalis di pintu masuk Istana Westminster, London.
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Pemimpin Partai Konservatif Theresa May, Rabu (13/7/2016), hampir pasti mengambil alih jabatan perdana menteri Inggris dari David Cameron, kurang dari tiga pekan setelah hasil referendum memutuskan negeri itu keluar dari pakta ekonomi Uni Eropa.

Namun, menjadi perdana menteri perempuan pertama Inggris sejak masa pemerintahan Margaret Thatcher, May menghadapi tugas berat menakhodai Inggris yang "bercerai" dari Uni Eropa.

Tugas pertama May adalah membentuk kabinet baru yang di dalamnya akan bertugas seorang menteri yang khusus mengurus persiapan Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa.

Diperkirakan, di bawah pemerintahan May, sejumlah politisi perempuan akan mendapatkan posisi penting. Kabinet baru ini kemungkinan besar akan berupa gabungan politisi berpengalaman dan sejumlah politisi yang mendukung Brexit.


Meski May menegaskan dia tidak akan menggelar referendum kedua dan memastikan "Brexit adalah Brexit" tetapi dia berjanji tidak akan memulai proses keluarnya Inggris sebelum akhir tahun ini.

Di sisi lain, para pemimpin Uni Eropa mendesak agar pemerintah Inggris segera mempercepat proses negeri itu keluar dari Uni Eropa.

Para pemimpin Uni Eropa menegaskan, mereka tidak bersedia menegosiasikan hubungan baru dengan London hingga negeri itu secara formal mengajukan pengunduran diri.

Di dalam negeri, May juga mendapat tekanan dari para pendukung Brexit dari anggota Partai Konservatif dan partai UK Independence Party (UKIP) untuk segera mengimplementasikan hasil referendum.

Para pengamat memperkirakan, tekanan bagi May akan semakin kuat pada musim gugur mendatang di saat para pemimpin Uni Eropa bertemu di Brussels, Belgia untuk membahas masalah ini.

Tak hanya itu, keluarnya Inggris dari Uni Eropa kini disusul dengan rencana Skotlandia, yang sebagian besar rakyatnya memilih tetap bersama Uni Eropa, untuk kembali menggelar referendum lepas dari Inggris Raya.

Dan, May menegaskan, mempertahankan kesatuan Inggris Raya menjadi prioritas utamanya saat ini.

Sementara di internal Partai Konservatif, May mewarisi perpecahan antara para kader yang menginginkan tetap bersama Uni Eropa dan mereka yang menyokong Brexit seperti Boris Johnson, mantan wali kota London.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Satu-satunya Kapal Induk Milik Rusia Terbakar

Internasional
Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk, Israel Bakal Gelar Pemilu Ketiga dalam Setahun

Internasional
Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Ibunya Ditabrak Sampai Terpental, Bocah di China Tendang Mobil Penabrak

Internasional
Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X