Kompas.com - 23/04/2016, 20:54 WIB
Pemimpin muda Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi uji coba penembakan rudal balistik dari kapal selam di Laut Timur atau Laut Jepang. ReutersPemimpin muda Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi uji coba penembakan rudal balistik dari kapal selam di Laut Timur atau Laut Jepang.
EditorPascal S Bin Saju

SEOUL, KOMPAS.com -  Korea Utara menembakkan  rudal balistik dari kapal selam (SLBM) dari lepas pantai timur negara itu, di Laut Timur atau Laut Jepang,  Sabtu (23/4/2016).

Setelah sukses di darat, Korut kini melakukan pengujian rudal balistik di laut.

Otoritas Korea Selatan mengatakan, peningkatan uji coba nuklir oleh Pyongyang itu dilakukan senjelang pertemuan puncak partai yang berkuasa di Korut, Mei mendatang.

Kantor Kepala Staf Gabungan Korsel mengatakan, Korut menembakkan SLBM itu ke arah timur laut dari pantai timur pada Sabtu sekitar pukul 18.30 waktu setempat atau pukul 17.00 WIB.

Partai Pekerja, partai yang berkuasa di Korut, akan mengadakan kongres sangat langka pada awal awal Mei. Kongres itu merupakan yang pertama kalinya dalam 36 tahun terakhir.

Kantor berita Korsel, Yonhap, mengatakan rudal itu melesat ‘selama beberapa menit”. Tidak ada laporan yang lebih detail tentang penembakan SLBM.

Korut melakukan penembakan rudal berbasis kapal selam untuk pertama kalinya pada tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tampaknya, uji kedua kali ini merupakan bagian dari proses pengembangan awal dari sistem persenjataan negara komunis itu.

Dipadu pengujian di darat, pengujian SLBM ini jelas merupakan ancaman buruk yang amat nyata bagi negara tetangga dan juga Amerika Serikat.

Para ahli mengatakan, tindak lanjut dari pengujian SLBM ini diyakini tidak begitu berhasil baik.  Namun, laporan media Pyongyang membesar-besarkan fakta yang sebenarnya.

Militer Korsel mengatakan, mereka mewaspadai kemungkinan bahwa Korut yang terisolasi itu akan melakukan uji coba nuklir kelima, setelah keempat pada 6 Januari lalu,  meski melanggar sanksi PBB.

Citra satelit menunjukkan, Korut mungkin telah kembali melakukan penggalian terowongan bawah tanah untuk menyembunyikan situs utama nuklirnya.

Korsel dan AS, serta para ahli, percaya Korut bekerja untuk mengembangkan sistem rudal balistik kapal selam dan rudal balistik antarbenua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.