Kompas.com - 19/04/2016, 14:21 WIB
EditorPascal S Bin Saju

LONDON, KOMPAS.com ­— Sadiq Khan berpeluang menjadi wali kota London dalam tiga minggu ini. Peluang itu besar dan pemilihannya bisa mengurangi islamfobia di seluruh Eropa.

Berdasarkan jajak pendapat, ia mengungguli Zac Goldsmith. Jika terpilih, Khan adalah Muslim kedua yang menjadi wali kota di seluruh Eropa setelah Ahmed Aboutaleb, Wali Kota Rotterdam di Belanda.

Aboutaleb, politisi Partai Kerja di Belanda kelahiran Maroko, terpilih menjadi wali kota pada 2009.

London adalah kota yang jauh lebih besar dari Rotterdam. Pemilihan wali kota London yang akan berlangsung pada Mei yang akan datang diperkirakan merupakan yang paling penting bagi Inggris.

Hanya sebulan setelah serangan teror Brussels, lima bulan setelah serangan teror Paris, dan pada saat islamfobia menjalar di Eropa barat karena masuknya migran Muslim, pergeseran terlihat di London.

Fobia itu sepertinya hanya sesuatu yang “maya”. Sejatinya, pada era yang semakin modern ketika manusia atau penduduk lebih melihat karakter kepemimpinan yang bersih, sekat sektarian dibuka.

"Saya Londoner pertama dan terutama, tapi hal itu akan menunjukkan kepada para hater di Irak dan di Suriah seperti apa negara kami ini: lampu suar," kata Khan.

Pria berusia 45 tahun itu dibesarkan dari keluarga dengan delapan anak di sebuah apartemen yang padat dan ramai di London selatan.

Khan kuliah di Universitas London Utara, lalu menjadi pengacara hak asasi manusia sebelum ia menjadi anggota parlemen dari Partai Buruh pada 2006.

Adapun Goldsmith tidak memiliki popularitas seperti wali kota saat dijabat Boris Johnson.

Jika Khan mampu keluar sebagai pemenang dalam pemungutan suara di lingkungan liberal London, kemungkinan ia akan menjadi wali kota mengalahkan Goldsmith yang lebih populer di distrik yang lebih konservatif di luar kota London.

Perusahaan analisis Badan Komunikasi London mengatakan, mereka akan mendorong Partai Buruh untuk membantu Khan meraih kemenangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber UPI
Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Isi UU IKN
Isi UU IKN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.