Kompas.com - 12/04/2016, 15:00 WIB
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON, KOMPAS.com — Keberhasilan Korea Utara menguji mesin rudal balistik antarbenua (ICBM) pekan lalu sekaligus menandakan tingkat ancaman yang semakin tinggi bagi dunia.

Seorang pakar Amerika Serikat, Senin (11/4/2016), memperingatkan, mesin itu dapat melesatkan hulu ledak nuklir hingga ke pantai timur AS, termasuk bisa menargetkan Washington dan New York.

Korut pada Sabtu (9/4/2016) mengklaim telah sukses menguji mesin peluncur rudal balistik antarbenua. Dengan mesin itu, Korut bisa menyerang daratan AS dengan hulu ledak nuklir.

"Sekarang kita bisa meletakkan hulu ledak nuklir yang lebih kuat pada roket balistik antarbenua yang baru dan menempatkan AS dan seluruh dunia dalam jangkauan serangan kami," kata pemimpin negara itu, Kim Jong Un, seperti dirilis kantor berita Korut, KCNA, Sabtu.

Korut mengklaim berhasil melakukan ground test jet tipe baru ICBM. Pemimpin Kim Jong Un mengatakan bahwa pengujian itu semakin membuktikan bahwa negaranya dapat menyerang "imperialis AS" dengan hulu ledak nukilir.

Pakar kedirgantaraan dari Aerospace Corporation AS, John Schilling, mengatakan, uji coba mesin rudal Korut itu melibatkan dua tenaga penggerak rudal balistik kapal selam Unit Soviet yang usang. Namun, mesin ICBM varian R-27 atau SS-N-6 itu tetap menjadi ancaman besar.

“Dengan menggunakan teknologi ini, rudal balistik antarbenua Korut dapat mengirim hulu ledak hingga sejauh 10.000 hingga 13.000 km,” kata Schilling dalam artikelnya di situs berita 38 North.

"Jangkauan jelajah tersebut, lebih besar dari yang diharapkan sebelumnya. Hal itu bisa memungkinkan Pyongyang bisa menjangkau target hingga pantai timur AS, termasuk New York atau Washington DC," kata Schilling.

Rudal balistik terbaru Korut, KN-08, kemungkinan terdiri dari tiga bagian. 38 North, badan penelitian yang berafiliasi dengan Universitas Johns Hopkins, AS, menerbitkan laporan terbaru Schilling yang mengatakan bahwa bagian pertama KN-08 terdiri dari empat mesin Scud.

Schilling memperkirakan panjang KN-08 adalah 17,1 meter dengan diameter 1,9 meter. Korea Utara pertama kali menampilkan KN-08 pada tahun 2012, tetapi belum pernah melakukan tes.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.