Kompas.com - 06/04/2016, 12:29 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

FALLUJAH, KOMPAS.com – Limabelas warga sipil tewas dibakar hidup-hidup oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah karena berusaha kabur dari Fallujah, kota yang terkepung di Irak. Banyak warga mati kelaparan dan menderita kekurangan gizi.

Seorang perempuan muncul di televisi Al Arabiya dan afiliasinya Al-Hadath pada Selasa (5/4/2016). Ia mengatakan, "sejumlah orang telah tewas dan menderita kelaparan di Fallujah, Irak", seperti dilaporkan oleh media Inggris, International Business Times, Selasa.

Televisi regional itu melaporkan, penduduk Fallujah yang berada  43 km timur Baghdad, ibu kota Irak, menderita. Kota itu dikuasai kelompok militan ISIS sejak Januari 2014 dengan merebutnya dari pasukan pemerintah.  Ribuan orang kesulitan makanan dan obat-otaban.

Ramadi, kota terdekat yang berada seitar 30 km di timur Fallujah, telah dibebaskan oleh pasukan Irak sejak Desember 2015. Tentara memotong semua jalur distribusi menuju basis-basis ISIS, termasuk Fallujah yang dijuliki “Kota Masjid” akibat terkepung militer Baghdad.

Gubernur setempat, Azal Obaid,  dari Dewan Provinsi Anbar, mengatakan  banyak warga yang sakit dan menderita kekurangan gizi akut.

Obaid juga mengatakan, warga yang berusaha melarikan diri dari kondisi itu demi keberlangsung hidup mereka, setidaknya 15 orang, telah dibakar sampai tewas.

Sebelumnya, ISIS membakar seorang warga. Dalam sebuah video propaganda ISIS,  diperlihatkan bagaimana ISIS juga membakar Maaz al-Kassasbeh (26), seorang pilot Jordania, yang ditawan kelompok itu.

Obaid mengatakan kepada kantor berita Kurdi, ARA,  bahwa ISIS telah menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup untuk melindungi militan di Fallujah. Dia menambahkan,  "Sudah ada  rencana dari petinggi milier dan kepala suku setempat di Irak untuk membebaskan Fallujah."

Menurut warga Fallujah, militan ISIS telah menjadi semakin paranoid dan melihat banyak warga sipil dengan curiga ketika mobilisasi rakyat dan tentara Irak menguat untuk melawan ISIS.  Terutama lagi karena adanya dukungan serangan udara Barat atas basis-basis kelompok jihad itu.

Berita tentang kematian belasan warga sipil itu muncul ketika kelompok teror menangkap seorang wanita yang terlibat dalam kekejaman ISIS di Fallujah. Ia ditangkap karena telah membocorkan rahasia tentang keburukan di kota Fallujah, yang selama ini ditutup rapat oleh ISIS.

Kepada saluran berita televisi Al Arabiya, perempuan itu mengatakan,  "Penduduk sekarat karena kelaparan, tidak ada obat, tidak ada makanan, kami tidak memiliki lebih banyak pilihan."  Berita itu membuat ISIS terpukul dan marah setelah ia mengatakan, "Allah adalah perlindungan saya".

Pada Maret lalu,  ISIS juga merilis gambar tentang eksekusi terhadap seorang pria.  Kepalanya diledakkan dengan cara yang tragi di Fallujah. Korban adalah salah satu dari enam orang yang dieksekusi karena diduga telah menjadi mata-mata bagi pemerintah Irak di Baghdad.

Dalam dua hari terakhir, sebuah rumah sakit Fallujah telah menerima tiga wanita terluka akibat pemboman barel dan dua anak juga tewas. Al Arabiya, melaporkan bahwa lima anak lainnya meninggal karena kekurangan obat-obatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.