Kompas.com - 09/02/2016, 15:20 WIB
Peluncuran roket jarak jauh Korea Utara. VOAPeluncuran roket jarak jauh Korea Utara.
EditorEgidius Patnistik
SEOUL, KOMPAS.com - Roket yang diluncurkan Korea Utara minggu ini tampaknya lebih kuat dari yang dulu ditembakan tahun 2012. Seorang pejabat kementerian pertahanan Korea Selatan, Selasa (9/2/2016), mengatakan, dengan daya jelajah hingga 12.000 kilometer, roket tersebut membuat sebagian besar AS berada dalam jangkauannya.

Roket yang terdiri dari tiga bagian itu dipastikan telah membawa sebuah benda yang diduga satelit ke orbit. Namun belum dapat diverifikasi apakah satelit telah berfungsi, kata pejabat itu kepada wartawan.

Roket tersebut mirip dengan Unha-3 yang diluncurkan Desember 2012, tetapi diyakini punya jangkauan hingga 12.000 kilometer.

Model roket yang lama diperkirakan punya jangkauan sekitar 10.000 kilometer.

"Namun, kami perlu analisis yang lebih untuk menentukan kapasitas, termasuk jangkauan pastinya," kata seorang juru bicara kementerian pertahanan kepada AFP.

Ada spekulasi bahwa Korea Utara mungkin menggunakan sebuah roket yang jauh lebih besar saat ini. Spekulasi berdasarkan pada pertimbangan bahwa negara itu telah selesai mengerjakan perpanjangan menara kerangka untuk peluncuran hingga mencapai 67 meter sehingga bisa menangani kendaraan peluncuran yang panjanganya dua kali dari ukuran yang dulu digunakan untuk Unha-3, yang hanya 30 meter.

Namun, Korea Utara belum menguasai teknologi kunci yang dibutuhkan untuk mengubah roket itu menjadi rudal balistik antar-benua, sebuah kendaraan re-entry untuk melindungi hulu ledak dari panas, kata pejabat itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Roket itu, yang membawa satelit observasi Bumi, meluncur Minggu pagi pada sekitar pukul 09.00 waktu Pyongyang (07.30 WIB) dan, menurut televisi Korea Utara, mencapai orbit 10 menit kemudian.

Peluncuran itu, yang secara luas dilihat sebagai penyamaran untuk uji coba rudal jarak jauh, memicu kecaman internasional dan menghasilkan kesepakatan di Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap negara itu.

Korea Utara telah menjadi sasaran sejumlah sanksi PBB terkait peluncuran roket-roket sebelumnya dan tiga uji coba nuklir tahun 2006, 2009 dan 2013.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.