FBI: Pelaku Penembakan California Diyakini Telah “Teradikalisasi”

Kompas.com - 09/12/2015, 11:20 WIB
Warga Muslim AS ikut menghadiri acara doa bersama bagi korban penembakan massal dalam acara di masjid Chino, California (3/12). VOA IndonesiaWarga Muslim AS ikut menghadiri acara doa bersama bagi korban penembakan massal dalam acara di masjid Chino, California (3/12).
|
EditorEgidius Patnistik
SAN BERNARDINO, KOMPAS.com - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat atau FBI menyatakan bahwa pasangan pelaku penembakan di San Bernardino, California, dipercaya telah “teradikalisasi”dalam waktu lama.

FBI menemukan bukti baru, Selasa (8/12/2015), yaitu bahwa Syed Rizwan Farook dan istrinya Tashfeen Malik melakukan latihan menembak di dekat kediaman mereka beberapa hari sebelum melancarkan serangan terornya yang menewaskan 14 orang dan melukai 21 lainnya.

Sejauh ini Direktur FBI James Comey mengatakan belum mendapatkan bukti bahwa kedua orang ini terlibat dalam jaringan terorisme internasional.

Pertanyaan yang masih menjadi teka teki besar adalah bagaimana Farook, warga negara Amerika yang lahir dan besar di negeri Paman Sam itu, dapat bersentuhan dengan ekstremisme. Jawabannya ditengarai ada pada sosok istrinya yang dinikahinya di Arab Saudi tahun lalu.


Malik adalah warga negara Pakistan yang mendapat izin tinggal karena bersuamikan warga Amerika. Pejabat FBI juga mengatakan bahwa Malik telah teradikalisasi sebelum dia datang dan tinggal di Amerika.

Penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan apakah mereka diradikalisasi pihak lain atau teradikalisasi sendiri.

Salah seorang pejabat berwenang lainnya juga mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tim penyidik menemukan bukti komunikasi elektronik, yaitu kedua pelaku mencoba menghubungi kelompok militan di luar Amerika. Komunikasi itu kelihatannya dilakukan atas inisiatif mereka sendiri.

Spekulasi merebak akan peran kelompok Negara Islam atau ISIS. Namun FBI mengutarakan bahwa walaupun mereka mungkin saja terinspirasi oleh ISIS, tidak ada bukti konkrit bahwa ISIS merupakan otak serangan tersebut ataupun ISIS mengetahui siapa kedua orang ini.

FBI menambahkan bahwa Farook dan Malik diduga merencanakan lebih dari satu serangan teror. Hal itu terlihat dari amunisi dan bahan peledak dalam jumlah besar yang ditemukan di rumah mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Ayah di Suriah yang Ajari Anaknya Tertawa Saat Dengar Ledakan Bom: Suatu Hari, Dia Akan Tahu Ini Suara Kematian

Internasional
Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Erdogan Ancam Bakal Serang Suriah, Begini Peringatan Rusia

Internasional
Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer 'Secepatnya'

Jika Suriah Tak Tarik Pasukannya, Erdogan Ancam Gelar Operasi Militer "Secepatnya"

Internasional
Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Mantan PM Australia Sebut Ada Pejabat Malaysia Yakin Pilot Malaysia Airlines MH370 Bunuh Diri

Internasional
Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Pemerintah China Sebut Tindakan AS Curigai Medianya Tak Bisa Diterima

Internasional
Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Internasional
Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Tutup Perbatasan, Rusia Larang Warga China Masuk Negaranya

Internasional
WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Internasional
Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Internasional
WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

WNI Penderita Virus Corona di Singapura Dinyatakan Sembuh

Internasional
Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Internasional
Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Internasional
Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Iran Sebut Trump Tidak Berani Perang, Takut Kalah Pilpres

Internasional
Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Internasional
AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

AS Curigai 5 Media China di Bawah Kendali Beijing

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X