Kompas.com - 18/11/2015, 06:16 WIB
EditorEgidius Patnistik

KADUNA, KOMPAS.com - Lebih dari 30 orang tewas, Selasa (17/11/2015) malam, ketika sebuah ledakan bom mengoyak kerumunan orang di Yola, Nigeria timur laut.

Ledakan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Muhammadu Buhari berkunjung ke daerah itu dan menyatakan bahwa kelompok militan Boko Haram sudah nyaris terkalahkan.

Ledakan itu terjadi pada sekitar pukul 20.20 waktu setempat (atau pukul 03.20 WIB) di daerah Jambutu, ibukota Negara Bagian Adamawa. Sejauh ini tidak jelas apakah itu sebuah bom bunuh diri atau sebuah bom rakitan.

"Sejauh ini, kami telah mencatat sekitar 32 orang tewas dan sekitar 80 orang terluka," kata Sa'ad Bello, koordinator Lembaga Manajemen Darurat Nasional di Yola.

Palang Merah dan polisi negara bagian memberikan jumlah korban yang lebih sedikit, yaitu 31 orang tewas dan 72 orang luka-luka.

Wilayah Yola dalam beberapa bulan terahkir sebelumnya sering mendapat serangan bom bunuh diri dan bom rakitan dari kelompok teroris Boko Haram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.