Akibat Sengketa Jam Kerja, 4 Gerai KFC dan Pizza Hut di Nepal Tutup

Kompas.com - 08/06/2015, 18:09 WIB
Antrean pelanggan mengular di salah satu gerai KFC di Kathmandu, Nepal. kathmandudirection.comAntrean pelanggan mengular di salah satu gerai KFC di Kathmandu, Nepal.
EditorErvan Hardoko
KATHMANDU, KOMPAS.com — Sebanyak empat gerai KFC dan Pizza Hut di Nepal, Senin (8/6/2015), ditutup untuk waktu yang tak ditentukan akibat sengketa jam kerja pasca-gempa bumi yang menimpa negeri itu.

Devyani International, perusahaan yang mengelola gerai-gerai makanan cepat saji asal AS di Nepal, mengatakan, keempat restoran di Kathmandu itu ditutup pada 13 Mei setelah terjadi keributan antara para karyawan dan manajer.

"Kami menutup keempat restoran itu dalam batas waktu yang belum ditentukan," kata Rohit Kohli, direktur Devyani International cabang Nepal.

Kohli mengatakan, serikat pekerja menuntut para karyawan KFC dan Pizza Hut berhenti bekerja pada pukul 18.00 agar mereka memiliki waktu untuk memperbaiki kediaman mereka dan mengurus keluarga.

Kohli menuduh serikat kerja menyerang para karyawan yang masih bekerja hingga malam hari seperti diperintahkan para manajer.

"Kami tak bisa beroperasi dalam lingkungan semacam ini. Selama lima tahun kami sudah menderita akibat masalah tenaga kerja dan masalah ini sudah melampaui batas toleransi kami," tambah Kohli.

Namun, serikat pekerja memiliki pendapat berbeda soal masalah ini. Salah seorang pemimpin serikat pekerja, Sita Ram BK, mengatakan, kebanyakan para pekerja kehilangan tempat tinggal akibat bencana gempa dan bahkan juga kehilangan anggota keluarga.

"Kami tak bisa dipaksa untuk bekerja seolah-olah tak terjadi apa-apa. Kami mendengar isu soal penutupan (restoran), tetapi mereka (manajemen) tak memberi tahu kami apa pun. Kami ingin mereka membuka kembali restoran agar kami bisa bekerja," tambah Sita Ram.

KFC dan Pizza Hut membuka gerai pertama di negeri Himalaya itu pada 2010 dan langsung memicu antrean panjang warga setempat yang ingin mencicipi "makanan baru" itu.

Kehadiran kedua gerai makanan cepat saji tersebut dilihat sebagai tanda meningkatnya peluang bisnis bagi perusahaan asing di negara yang pernah didera perang saudara pada 1996-2006 itu, hingga pemberontak Maois setuju menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah.

Pada 2012, KFC dan Pizza Hut juga sempat menghentikan operasinya di negeri itu selama 35 hari akibat dugaan ancaman pembunuhan terhadap para manajer terkait sengketa ketenagakerjaan.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X