Kompas.com - 06/05/2015, 09:04 WIB
Presiden AS Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro bertemu di sela-sela KTT Amerika di Panama City, 11 April 2015. APPresiden AS Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro bertemu di sela-sela KTT Amerika di Panama City, 11 April 2015.
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS), Selasa (5/5/2015) waktu setempat, mengotorisasi layanan feri komersial ke Kuba untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad. Itu merupakan sebuah langkah besar yang lain dalam meningkatkan hubungan antar kedua negara.

Operator feri memuji langkah itu sebagai sebuah "peristiwa bersejarah".

Departemen Keuangan AS mencabut larangan yang telah berlaku puluhan tahun dan setidaknya empat perusahaan Florida mengatakan bahwa mereka sudah memiliki izin untuk meluncurkan layanan kapal ke Kuba.

Perkembangan terbaru itu menambah layanan pesawat charter yang telah diizinkan hingga sekarang, yang difokuskan untuk memungkinkan warga Amerika keturuan Kuba mengunjungi keluarga mereka.

Feri-feri itu juga akan diizinkan untuk membawa kargo ke negara komunis berpenduduk 11 juta jiwa itu, yang terletak hanya 150 kilometer dari ujung selatan Florida.

Empat perusahaan memastikan bahwa mereka telah mendapat izin dari Kantor Kontrol Aset Luar Negeri Departemen Keuangan untuk menyediakan layanan perjalanan feri. "Aksi hari ini merupakan langkah besar ke depan," kata Joseph Hinson, Presiden United Americas Shipping Services yang berbasis di Miami, kepada AFP.

Havana Ferry Partners of Fort Lauderdale di Florida mengatakan di halaman Facebook-nya bahwa pihaknya juga telah menerima lisensi Departemen Keuangan untuk jasa pelayanan feri dari pelabuhan Florida. "Ini merupakan peristiwa bersejarah. Terima kasih kepada Presiden Barack Obama, kepada siapa kami sangat berterima kasih, atas kepemimpinannya," tulis perusahaan itu.

Dua perusahaan lain, United Caribbean Lines dan Airline Brokers, sebuah agen perjalanan, mengatakan bahwa mereka juga mendapat lisensi.

Namun Hinson menyatakan, perjalanan pertama masih akan butuh waktu, karena sejumlah izin lainnya masih dibutuhkan dari pihak berwenang di kedua negara.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X