Kompas.com - 30/04/2015, 15:46 WIB
Dalam kesaksian, pria itu beranggapan bahwa sampel itu otomatis akan diberikan kepada istrinya, mesikpun ketika meninggal suaminya tidak membuat surat warisan. ABCDalam kesaksian, pria itu beranggapan bahwa sampel itu otomatis akan diberikan kepada istrinya, mesikpun ketika meninggal suaminya tidak membuat surat warisan.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com — Seorang perempuan Kanada memenangi kasus gugatan hukum guna menghentikan klinik kesuburan di Canberra, Australia, menghancurkan sperma beku suaminya yang sudah meninggal.

Suaminya sebelum meninggal memberikan contoh dua sperma kepada Canberra Fertility Centre pada Januari 2009 setelah didiagnosis menderita kanker di kakinya.

Dokter sang pria merekomendasikan dia menyimpan spermanya sebelum menjalani kemoterapi dan terapi penyinaran karena pengobatan ini nantinya akan memengaruhi tingkat kesuburannya.

Dia menandatangani formulir di klinik tersebut yang menyatakan dia memahami bahwa sperma itu akan dihancurkan bila dia meninggal atau menderita cacat permanen.

Setelah menjalani terapi, dia sembuh, tetapi kemudian meninggal pada April 2012 di usia 26 tahun.

Ketika istrinya kemudian menanyakan kepada klinik mengenai sampel sperma tersebut, dia diberi tahu bahwa karena suaminya sudah meninggal, klinik memiliki tanggung jawab hukum untuk menghancurkan sperma tersebut.

Dokumen yang disampaikan ke pengadilan menunjukkan bahwa keduanya bertemu di Universitas Toronto di Kanada ketika sang pria mengikuti program pertukaran, dan si istri pindah ke Canberra seminggu setelah suaminya didiagnosis terkena kanker.

Pasangan itu berencana memiliki anak menggunakan sperma beku setelah dipastikan pada tahun 2010 bahwa kanker yang diderita suaminya tidak bisa dilawan, tetapi kemudian membatalkan rencana mereka.

Dalam kesaksian, pria itu beranggapan bahwa sampel itu otomatis akan diberikan kepada istrinya, mesikpun ketika meninggal suaminya tidak membuat surat warisan.

Dalam keputusannya hari Rabu, Mahkamah Agung Canberra lewat Hakim David Mossop mengatakan, sperma itu adalah milik sang pria sehingga harus menjadi bagian dari warisannya.

Mahkamah Agung meminta klinik untuk tidak menghancurkan sperma tersebut sepanjang biaya penyimpanannya tetap dibayar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X