Kompas.com - 15/03/2015, 10:33 WIB
Topan Pam melanda wilayah Vanuatu di Port Villa, 14 Maret 2015 AFP PHOTO / UNICEF PacificTopan Pam melanda wilayah Vanuatu di Port Villa, 14 Maret 2015
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Para pekerja SAR telah memulai operasi besar-besaran di Vanuatu setelah negara pulau di Pasifik Selatan itu dilanda topan tropis hebat.

Organisasi World Vision memperingatkan mungkin butuh waktu hingga berminggu-minggu untuk mencapai pulau-pulau yang paling terpencil. Pihak berwenang telah mengonfirmasi delapan orang meninggal akibat topan itu, tetapi banyak laporan lain tentang korban tewas.

Topan Pam yang membawa angin berkecepatan hingga 300 kilometer per jam menghancurkan desa, menggilas bangunan, merobek atap, memutus sambungan listrik dan menumbangkan pepohonan.

Saat berbicara di Jepang dalam konferensi PBB tentang bencana, Presiden Vanuatu Baldwin Lonsdale hari Sabtu (14/3/2015) meminta bantuan internasional. Tim PBB dijadwalkan tiba di Vanuatu hari Minggu ini untuk menganalisa kerusakan akibat topan itu. Para pejabat mengatakan bencana itu mungkin yang terburuk dalam sejarah kawasan itu.

Badan PBB UNICEF mengatakan topan itu berdampak pada setidaknya separuh populasi penduduk Vanuatu, termasuk sekitar 54.000 anak. Organisasi lainnya, Oxfam, mengatakan prioritas utamanya adalah pasokan air, sanitasi dan perlengkapan kebersihan. Organisasi bantuan berharap bisa membawa masuk pasokan hari Minggu jika bandara Port Vila bisa kembali buka.

Pihak berwenang Selandia Baru juga bersiap menghadapi badai itu, yang diprediksi melintasi sebelah utara negara itu hari Minggu dan Senin.

Vanuatu, yang terletak di sebelah timur Australia, mencakup lebih dari 80 pulau dan membentuk kepulauan seperti huruf Y. Almanak tahunan terbitan CIA (CIA World Factbook) menyebutkan negara itu berpenduduk hampir 267.000 orang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X