Setelah Kota Kuno Nimrud, ISIS Hancurkan Hatra

Kompas.com - 08/03/2015, 09:41 WIB
Kota Hatra yang dibangun 2.000 tahun silam merupakan sebuah kota benteng yang selamat dari invasi bangsa Romawi. Sisa-sisa kota Hatra kini sedang dihancurkan kelompok militan ISIS. AP PhotoKota Hatra yang dibangun 2.000 tahun silam merupakan sebuah kota benteng yang selamat dari invasi bangsa Romawi. Sisa-sisa kota Hatra kini sedang dihancurkan kelompok militan ISIS.
EditorErvan Hardoko
BAGHDAD, KOMPAS.com - Setelah menghancurkan kota kuno Nimrud, langkah Negara Islam Irak dan Suria (ISIS) menghancurkan peninggalan bersejarah Irak belum berakhir. ISIS kini menghancurkan juga sisa-sisa kota kuno Hatra.

Seorang pejabat Kementerian Purbakala dan Turisme Irak mengatakan besarnya kerusakan situs yang masuk ke dalam daftar warisan dunia UNESCO belum diketahui. Kabar ini membuat UNESCO meradang dan mengecam langkah brutal ISIS dalam menghapus sejarah masa lalu Irak dan bangsa Arab.

"Penghancuran Hatra menandai titik balik dari pembersihan budaya yang dilakukan ISIS di Irak," kata kepala UNESCO Irina Bokova.

Hatra, kota yang didirikan kekaisaran Parthia sekitar 2.000 tahun lalu, terletak 110 kilometer sebelah barat daya kota Mosul. Di dalam kota ini terdapat banyak kuil dan patung yang didedikasikan untuk berbagai dewa, termasuk Apollo dan Poseidon.

Kota Hatra adalah sebuah kota kuno berbenteng yang mampu bertahan dari invasi bangsa Romawi karena ketebalan tembok kota yang dilengkapi dengan menara-menara pertahanan.

Seorang petinggi Partai Demokratik Kurdi (KDP), Said Mamuzini mengatakan, ISIS menggunakan bahan peledak dan buldoser untuk menghancurkan kota kuno itu.

"Kota kuno Hatra sangat besar dan banyak artefak kuno berada di dalamnya. Mereka sebelumnya sudah mengangkut emas dan perak yang ada di sana," ujar Mamuzini.

Sementara itu, pemerintah Irak menuding lambatnya bantuan komunitas internasional menjadi salah satu penyebab hancurnya monumen-monumen kuno di negeri itu.

"Terlambatnya dukungan internasional untuk Irak telah mendorong para teroris kembali melakukan pencurian artefak dan penghancuran sisa kota kuno Hatra," demikian pernyataan Kementerian Purbakala dan Turisme Irak.

ISIS menduduki Mosul, kota terbesar kedua di Irak, dan area di sekitarnya sejak Juni tahun lalu. Menurut catatan pemerintah di Mosul terdapat 1.800 dari 12.000 situs bersejarah yang ada di Irak.

Kekaisaran Parthia, yang mendirikan kota Hatra, merupakan kekuatan politik dan budaya yang kuat di sekitar abad kedua sebelum masehi. Kekaisaran itu berlokasi di wilayah yang saat ini menjadi Iran dan di masa jayanya mengusai wilayah yang cukup luas dari Pakistan hingga Suriah.

Hatra semakin berkembang ketika kerajaan-kerajaan di kawasan Arab bermunculan dan menjadi salah satu pusat perdagangan utama di Jalur Sutra yang melintasi benua Asia.


Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X