Lokasi Penyiksaan Tahanan Al Qaeda oleh CIA Tersebar di Banyak Negara

Kompas.com - 10/12/2014, 05:37 WIB
Logo di lantai lobi kantor pusat Badan Intelijen Amerika (CIA) di Langley, Virginia, Amerika. Gambar diambil pada 14 Agustus 2008. SAUL LOEB / AFPLogo di lantai lobi kantor pusat Badan Intelijen Amerika (CIA) di Langley, Virginia, Amerika. Gambar diambil pada 14 Agustus 2008.
EditorPalupi Annisa Auliani
WASHINGTON, KOMPAS.com - Para tahanan khusus yang diduga terkait Al Qaeda, menjalani serangkaian interogasi penuh siksaan oleh personel dari Badan Intelijen Amerika (CIA), di sejumlah lokasi tertutup di seantero dunia, sebelum akhirnya dibawa ke penjara militer Guantanamo milik Amerika di Kuba.

Pada 2007, laporan dari parlemen Eropa menuduh Polandia dan Rumania sebagai negara yang menyediakan lokasi tertutup untuk interogasi CIA tersebut pada kurun 2003 hingga 2005. Lokasi-lokasi tersebut diyakini juga ada di Lithuania, Thailand, dan Afganistan.

Laporan Senat soal penyiksaan dalam teknik interogasi CIA terhadap para tahanan yang diduga terkait Al Qaeda ini--dirilis pada Selasa (9/12/2014)--menyensor dengan memblok hitam informasi terkait identitas para pelaku penyiksaan.

Memiliki 500 halaman, laporan yang dirilis ini merupakan ringkasan dari 6.000-an halaman laporan hasil investigasi Senat atas program rahasia yang dijalankan CIA pada 2002 hingga 2009.


Namun, laporan ini menyertakan pula telegram dari kantor pusat CIA yang memastikan keberadaan lokasi-lokasi tertutup (detention site black) tersebut. Lagi-lagi, negara yang menjadi lokasi situs tersebut disensor dengan cara yang sama.

Berdasarkan laporan tersebut, para duta besar Amerika Serikat di negara-negara yang menjadi lokasi interogasi CIA, mengaku pernah meminta informasi tentang lokasi tempat interogasi tersebut tetapi mendapat jawaban bahwa permintaan itu tak mungkin dipenuhi.

Memerinci serangkaian teknik interogasi yang bahkan oleh Presiden Barack Obama disebut sebagai penyiksaan, laporan ini tak mencantumkan ada pengakuan dari CIA soal kekurangan pengalaman institusi intelijen tersebut untuk menjalankan fasilitas penahanan.

Laporan Senat menyertakan pula data bahwa dua psikolog yang sebelumnya tak pernah berurusan dengan interogasi pernah dibawa ke fasilitas tahanan khusus CIA untuk para tersangka yang diduga terkait Al Qaeda ini, untuk ikut menginterogasi tahanan.

Program rahasia CIA

Program penahanan dan interogasi tersangka oleh CIA ini merupakan kebijakan rahasia di bawah pemerintahan Presiden George W Bush pada 2002, menyusul serangan 11 September 2001 di Amerika.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X