Kompas.com - 09/12/2014, 09:57 WIB
EditorEgidius Patnistik
NEW DELHI, KOMPAS.com — Layanan taksi Uber dinyatakan dilarang di India sebagai buntut pemerkosaan seorang sopir terhadap penumpang perempuannya.

Pihak berwenang di New Delhi, ibu kota India, menyebut layanan pesanan taksi internasional lewat aplikasi telepon pintar itu telah "masuk daftar hitam" karena "menyesatkan para pelanggan".

Korban, seorang perempuan berusia 26 tahun, memesan taksi Uber untuk membawanya pulang pada Jumat (5/12/2014), tetapi katanya ia dibawa ke sebuah tempat terpencil dan diperkosa.

Pengemudinya ditahan sejak hari Minggu, dan dihadirkan di pengadilan hari Senin kemarin. 

Sebagian orang yang berkumpul di pekarangan pengadilan berusaha menyerangnya ketika ia dibawa keluar, tetapi polisi segera melarikannya ke sebuah mobil dan membawanya pergi.

Polisi mengatakan sedang menyidik sopir itu untuk perkara pemerkosaan terhadap perempuan pekerja sebuah perusahaan keuangan yang hendak pulang dari sebuah restoran.

Uber, yang belakangan makin populer di India, dituding tidak menjalankan pemeriksaan yang memadai terhadap para pengemudinya.

"Departemen Angkutan melarang segala bentuk kegiatan terkait jasa layanan angkutan oleh www.Uber.com, berlaku sejak sekarang," kantor berita AFP yang mengutip seorang pejabat pemerintah.

Larangan itu berarti, penggunaan taksi Uber di Delhi sekarang akan didenda, atau bahkan taksinya disita, kata seorang pejabat.

Namun, perusahaan itu masih tetap menerima pesanan melalui aplikasi dan tidak jelas bagaimana larangan itu diberlakukan karena taksi Uber tidak membawa merek yang kelihatan.

Sebelum larangan itu diputuskan, Uber menyebut kejadian itu "mengerikan" dan mengatakan akan melakukan segalanya untuk "membawa pelakunya ke pengadilan", kata CEO Uber Travis Kalanick dalam sebuah pernyataan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.