Kompas.com - 05/12/2014, 21:01 WIB
Penulis Susi Ivvaty
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com -- Kepolisian Australia (AFP), Jumat (5/12/2014), menyita empat "tengkorak" Asmat. AFP melakukan penyitaan ini untuk menindaklanjuti nota diplomatik dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Australia.

"Hari ini ditangkapnya. Saya mendapat SMS dari KBRI di Australia mengenai perkembangan terbaru tengkorak suku Asmat," kata Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, Jumat.

"Tengkorak sekarang sudah di tangan polisi. Expert dari University of New England akan dilibatkan untuk menentukan keasliannya," lanjut Kacung.

Menurut Kacung, empat tengkorak Asmat tersebut sebelumnya hilang dan sudah akan dilelang saat ditemukan. Namun, KBRI di Canberra menulis surat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meminta konfirmasi apakah temuan tersebut termasuk cagar budaya yang dilindungi.

"Setelah itu kedutaan meminta Undang Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 dalam (versi) Bahasa Inggris," kata Kacung. Langkah diplomatik yang kemudian ditempuh KBRI dapat menunda lelang selama sebulan untuk proses verifikasi. "Sampai kemudian kami dapat kabar, patung telah disita polisi pada hari ini."

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemdikbud Harry Widianto menambahkan, direktoratnya akan mengirim tim ke Canberra untuk mengidentifikasi tengkorak Asmat itu. Jika benar benda itu benar milik Suku Asmat dan berstatus cagar budaya, maka Pemerintah Indonesia akan mengambilnya kembali untuk dibawa pulang ke Indonesia.

"Patung ini kan sangat sakral bagi komunitasnya di Asmat. Selain itu juga cagar budaya yang dilindungi. Jadi, kami tidak hanya meminta penangguhan tetapi mengambil kembali itu setelah disita polisi," kata Harry. "Ya kami bersyukur dengan langkah polisi Australia yang menyita itu dari tangan kolektor atau dari sumber-sumber lain."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.