Kompas.com - 04/12/2014, 11:46 WIB
Para demonstran menuntut keadilan setelah Eric Garner, seorang warga kulit hitam yang dibekuk polisi beberapa waktu lalu, meninggal dunia. TIMOTHY A. CLARY / AFPPara demonstran menuntut keadilan setelah Eric Garner, seorang warga kulit hitam yang dibekuk polisi beberapa waktu lalu, meninggal dunia.
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com - Serangkaian demonstrasi merebak di kota New York, Amerika Serikat, setelah dewan juri pengadilan memutuskan untuk membebaskan seorang polisi kulit putih terkait dengan kematian seorang warga kulit hitam.

Keputusan ini mengemuka sepekan setelah kerusuhan terjadi di Ferguson, Negara Bagian Missouri.

Ratusan demonstran berkumpul di Times Square seraya berseru, “Tiada keadilan, tiada perdamaian.” Kemudian di stasiun kereta Grand Central, sekitar 50 demonstran berbaring berpura-pura meninggal.

Rentetan unjuk rasa tersebut digelar guna menentang keputusan dewan juri dalam sebuah kasus yang terjadi Juli lalu.

Kala itu, suatu tayangan video telepon seluler yang direkam seorang pejalan kaki memperlihatkan seorang polisi bernama Daniel Pantaleo menahan seorang warga bernama Eric Garner di ruas jalan Kota New York.

Dalam insiden itu, Garner (43) terdengar berseru, “Saya tidak bisa bernapas!” saat Pantaleo berupaya membekuk dengan menahan leher. Belakangan, Garner dikabarkan meninggal dunia.

Tim forensik Kota New York mengatakan kematian Garner disebabkan, “tekanan pada dada dan posisi rawan saat ditahan polisi.” Lebih jauh, tim forensik juga menyebut ada beberapa faktor yang membuat Garner meninggal, termasuk asma dan penyakit jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengacara Pantaleo berargumen kliennya menggunakan gerakan yang dilatih Kepolisian New York, bukan cekikan yang dilarang dalam aturan kepolisian. Namun, putri Garner, Erica Snipes, mengaku berang dengan kematian ayahnya. Para demonstran menuntut keadilan setelah Eric Garner meninggal dunia.

“Dalam video itu Anda bisa melihat tindakan paling keji yang bisa dilakukan seseorang terhadap orang lain. Itu tidak benar,” ujarnya .

Investigasi

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.