Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/12/2014, 02:13 WIB
EditorFidel Ali Permana

HONGKONG, KOMPAS.com - Pendiri gerakan pro-demokrasi Hongkong mengumumkan mereka akan menyerahkan diri ke polisi. Mereka juga meminta para dmeonstran untuk menyudahi unjukrasa.

Meski ada seruan untuk menghentikan unjukrasa, para demonstran mulai frustasi dan menganggap mereka telah ditinggalkan oleh para pendiri gerakan.

Pengumuman penyerahan diri tersebut tiba setelah ratusan demonstran pro-demokrasi bentrok dengan polisi pada Minggu malam. Bentrokan itu menyisakan puluhan orang terluka di aksi yang sudah berjalan lebih dari dua bulan tersebut.

"Saat kami mempersiapkan penyerahan diri kami, kami meminta pada siswa (demonstran) untuk menyudahi, dan merubah gerakannya," kata Benny Tai, salah satu pimpinan gerakan pendudukan yang dikenal dengan istilah Occupy Central ini.

Tai mengatakan, dirinya bersama beberapa orang yang juga mendirikan gerakan, Chan Kin-man dan Chu Yiu-ming, akan menyerahkan diri ke polisi Rabu mendatang.

Para demonstran menyebut mereka tidak akan mundur sampai permintaannya dipenuhi. Mereka telah memblokade tiga ruas jalan sejak September dan menuntut pemilihan langsung di Hongkong.

"Mereka bilang menyerah, ini pengkhianatan dari apa yang kita perjuangkan selama ini," kata Raymond Tsang, demonstran yang ikut dalam aksi pendudukan.

Dia menekankan, demonstran tidak akan mengakhiri aksinya hingga ada yang dicapai dari aksi mereka tersebut.

Meski ada yang menentang, demonstran muda lainnya memberikan penghormatan terhadap Tai. Ia adalah Joshua Wong yang menyebut gerakan "Umbrella Movement" atau revolusi payung ini akan mengevaluasi aksinya.

"Jika Benny Tai tidak memublikasi pemikiran pembangkangan sipilnya sejak awal, maka tidaka akan ada gerakan "umbrella movement" saat ini," kata Wong yang memulai gerakan tutup mulut dengan tidak makan hingga pemerintah memenuhi permintaannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.