UEA Tetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai Organisasi Teroris

Kompas.com - 16/11/2014, 09:48 WIB
Papan nama masih menggantung di kantor Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin. Pada Sabtu (9/8/2014), pengadilan membekukan partai ini dan memerintahkan negara menyita semua asetnya. Reuters/Al ArabiyaPapan nama masih menggantung di kantor Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP) yang merupakan sayap politik Ikhwanul Muslimin. Pada Sabtu (9/8/2014), pengadilan membekukan partai ini dan memerintahkan negara menyita semua asetnya.
EditorErvan Hardoko
DUBAI, KOMPAS.com — Pemerintah Uni Emirat Arab (UAE), Sabtu (15/11/2014), secara resmi memasukkan nama Ikhwanul Muslimin dan afiliasi lokalnya ke dalam daftar kelompok teroris. Demikian dikabarkan kantor berita Uni Emirat Arab, WAM, mengutip sebuah dekrit kabinet.

Organisasi lokal UEA yang berafiliasi ke Ikhwanul Muslimin adalah kelompok Al-Islah yang kini otomatis menjadi kelompok terlarang di negeri kaya tersebut.

Para aktivis Al-Islah menolak tudingan keterkaitan dengan Ikhwanul Muslimin, meski tidak membantah bahwa kelompok itu menjalankan sebagian ideologi kelompok yang berasal dari Mesir tersebut.

Sebelumnya, aparat keamanan UEA sudah beberapa kali melakukan penangkapan terhadap anggota Al-Islah serta memenjarakan beberapa tokoh Islam garis keras yang dituduh hendak mendirikan cabang Ikhwanul Muslimin di UEA.


Keputusan yang diambil UAE itu mengulang langkah serupa yang sudah terlebih dahulu diambil Arab Saudi pada Maret lalu. Langkah UEA ini akan semakin menekan Qatar yang secara tegas mendukung Ikhwanul Muslimin sehingga memicu perselisihan dengan negara-negara lain di kawasan Teluk.

Pada Maret lalu, Arab Saudi, Bahrain, dan UEA secara tak terduga menarik para duta besarnya di Qatar. Ketiga negara itu menuduh Qatar gagal menegakkan kesepakatan untuk tidak mencampuri urusan internal negara-negara tetangganya.

Sejauh ini, upaya Kerja Sama Negara-negara Teluk (GCC), sebuah aliansi yang juga beranggotakan Oman dan Kuwait, gagal mencari jalan keluar dari perselisihan politik ini. Pada Selasa (11/11/2014), emir Qatar mengundang para pemimpin negara-negara Teluk untuk hadir dalam sebuah KTT di Doha dan menyelesaikan perselisihan politik itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X