Kompas.com - 02/10/2014, 17:11 WIB
EditorErvan Hardoko
HONGKONG, KOMPAS.com — Banyak revolusi di dunia ini memiliki nama unik yang mudah diingat, misalnya Revolusi Anyelir (1974) di Portugal atau Revolusi Oranye di Ukraina (2004).

Nah, aksi protes warga Hongkong yang masih terus berlangsung menggunakan simbol payung. Nama Revolusi Payung dipopulerkan media sosial setelah foto para pengunjuk rasa menggunakan payung mereka untuk menahan tembakan gas air mata dan semprotan merica yang dilepaskan polisi.

Lalu mengapa para demonstran pro-demokrasi menggunakan payung dalam aksinya? Sebenarnya penggunaan payung dalam aksi unjuk rasa ini bukanlah hal yang direncanakan.

Payung sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari warga kota bekas koloni Inggris itu, terutama untuk melindungi diri pada saat panas menyengat datang. Selain itu, para pengunjuk rasa memang sengaja membawa payung karena biasanya Hongkong dalam bulan Juni hingga September kerap diguyur hujan deras.

Adaptasi penggunaan payung dari sebuah alat untuk melindungi diri dari hujan dan panas hingga menjadi alat perlindungan dari represi polisi dengan cepat menjadi simbol revolusi Hongkong.

"Payung menjadi sebuah simbol yang indah, yang saya kira muncul ketika payung itu digunakan untuk menahan serangan gas air mata dan semprotan merica," kata Jeff Wasserton, seorang guru besar Universitas Irvine yang meneliti berbagai protes di China.

Sementara itu, menurut Ho-Fung Hung, seorang pakar sosiologi dan pakar China kontemporer dari Universitas John Hopkins, payung sebenarnya sudah digunakan sebagai pelindung para pengunjuk rasa secara sporadis.

"Namun, mengingat skala protes kali ini yang sangat besar, pemimpin aksi sudah memperkirakan respons hebat dari polisi sehingga mereka jauh lebih siap," ujar Hung.

"Polisi cukup sering menggunakan semprotan merica untuk mengendalikan massa. Namun, aksi ini sangat terorganisasi, jadi mereka sudah bersiap. Sehingga, Anda bisa melihat lautan payung di garis depan unjuk rasa," lanjut Hung.

Selain itu, lanjut Hung, payung dianggap sangat efektif untuk mengurangi efek semprotan merica. Namun, payung tak bisa berbuat apa-apa jika menghadapi gas air mata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.