Pemerintah Qatar Bantah Danai ISIS

Kompas.com - 24/08/2014, 08:48 WIB
Foto ini diambil dari sebuah video propaganda yang diunggah ke internet pada 8 Juni 2014 oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memperlihatkan para pejuang kelompok itu menaiki kendaraan bak terbuka di dekat kota Tikrit, Irak, Rabu (11/6/2014). Pasukan ISIS berkonvoi setelah sebelumnya merebut kota Mosul dari tangan pasukan pemerintah Irak. ISIL/AFPFoto ini diambil dari sebuah video propaganda yang diunggah ke internet pada 8 Juni 2014 oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) memperlihatkan para pejuang kelompok itu menaiki kendaraan bak terbuka di dekat kota Tikrit, Irak, Rabu (11/6/2014). Pasukan ISIS berkonvoi setelah sebelumnya merebut kota Mosul dari tangan pasukan pemerintah Irak.
EditorErvan Hardoko
DOHA, KOMPAS.com - Qatar membantah tudingan menjadi penyandang dana Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah menguasai wilayah yang cukup luas di Irak dan Suriah. Tak hanya itu, Qatar juga mengecam keras aksi ISIS membunuh jurnalis AS James Foley.

Bantahan dari Menteri Luar Negeri Qatar Khaled al-Attiyah dirilis pada Sabtu (23/8/2014), sehari setelah pemerintah Jerman meminta maaf setelah seorang menterinya menuding Qatar membiayai operasional ISIS.

"Qatar tidak pernah mendukung kelompok ekstremis, termasuk ISIS, dalam semua hal. Kami menolak pandangan, metode kekerasa dan ambisi mereka," kata Attiyah.

"Pandangan kelompok-kelompok ekstremis seperti ini adalah pandangan yang tidak akan pernah kami dukung dalam bentuk apapun," Attiyah menegaskan.

Attiyah melanjutkan, tujuan utama Qatar adalah melakukan apapun untuk menciptakan perdamaian dan keadilan di seluruh Timur Tengah dan menyerukan langkah kolektif demi menghentikan kekerasan yang dilakukan ISIS.

Dia juga mendesak pemerintah Irak untuk menyediakan keamanan dan keselamatan bagi warga negaranya dan menjanjikan Qatar tetap melanjutkan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Irak.

Tak hanya itu, Attiyah juga mengecam keras pembunuhan terhadap jurnalis James Foley sebagai sebuah kejahatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam, nilai-nilai kemanusiaan serta hukum dan norma internasional.

"Pembunuhan warga sipil tak berdosa dan memaksai ratusan ribu orang mengungsi mengancam keberadaan Irak serta kedamaian dan keamanan di seluruh kawasan," tambah Attiyah.

"Bersama banyak negara Timur Tengah dan komunitas internasional, kami mendukung kelompok oposisi yang melawan rezim Bashar al-Assad namun kami tidak mendanai ISIS dan faksi-faksi ektremis lainnya," Attiyah menegaskan.

Dalam pernyataan terpisah di hari yang sama, Khaled al-Attiyah juga mengecam serangan terhadap umat Sunni yang sedang berada di dalam masjid di provinsi Diyala, Irak yang menewaskan setidaknya 73 orang dan melukai puluhan orang lainnya.



Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X