Korban Tewas di Gaza Lampaui 2.000 Orang

Kompas.com - 18/08/2014, 18:42 WIB
Rekonstruksi Gaza diproyeksikan menelan dana 6 miliar dollar AS reutersRekonstruksi Gaza diproyeksikan menelan dana 6 miliar dollar AS
EditorErvan Hardoko
GAZA CITY, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Palestina, Senin (18/8/2014), mengatakan jumlah korban tewas di Jalur Gaza akibat konflik bersenjata dengan Israel sudah melampaui 2.000 orang dan lebih dari 10.000 orang lainnya terluka.

Secara rinci kementerian kesehatan mengatakan sebanyak 2.016 orang warga Jalur Gaza tewas dan 10.196 orang lainnya terluka dalam konflik bersenjata selama sebulan melawan Israel.

"Di antara korban tewas terdapat 541 anak-anak, 250 orang perempuan dan 95 orang lanjut usia," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina.

Jumlah korban tewas awalnya diperkirakan terhenti di angka 1.980 ketika gencatan senjata baru ditetapkan. Namun, angka itu berubah ketika sejumlah orang yang dirawat akibat luka parah di sejumlah rumah sakit di Gaza, Kairo dan Jerusalem, akhirnya meninggal dunia.

Selain itu, tim medis berhasil menemukan satu jasad warga di bawah reruntuhan bangunan di distrik Shejaiva, wilayah timur Gaza, tempat jasad itu terkubur selama tiga pekan.

Di tempat terpisah, militer Israel memastikan 64 prajurit mereka tewas dalam konflik di Jalur Gaza. Namun, militer Israel tidak menjelaskan penyebab kematian para prajuritnya itu.

Sementara itu di Kairo, pembicaraan untuk membahas penghentian tembak menembak jangka panjang antara Israel dan Palestina terus dibahas. Para perunding hanya memiliki waktu kurang dari 12 jam untuk mencari solusi sebelum gancatan lima hari berakhir pada pukul 21.00 GMT atau pukul 04.00 WIB, Selasa (19/8/2014).

Namun sejauh ini belum ditemukan kata sepakat dari kedua pihak yang bertikai. Jika upaya pemberlakuan gencatan senjata jangka panjang gagal tercapai maka kemungkinan pertempuran akan kembali pecah di Jalur Gaza.

Setelah batas waktu gencatan senjata, Presiden Palestina Mahmoud Abbas terbang ke Doha, Qatar untuk bertemu dengan pemimpin Hamas di pengasingan Khaled Meshaal pada Selasa.

Selanjutnya, Abbas juga dijadwalkan bertemu dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Pembicaraan ini sangat penting karena Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dan pemerintah Qatar adalah pendukung utama Hamas yang adalah penguasa de facto Gaza.

Baca tentang


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X