Hamas Tolak Gencatan Senjata

Kompas.com - 30/07/2014, 12:53 WIB
Israel menggempur Gaza secara intensif pada Selasa (29/7/2014). BBCIsrael menggempur Gaza secara intensif pada Selasa (29/7/2014).
EditorEgidius Patnistik

GAZA, KOMPAS.COM — Seorang komandan militer Hamas menolak anggapan bahwa milisi Palestina siap melakoni gencatan senjata dengan Israel untuk mengakhiri kekerasan di Gaza.

Berbicara kepada kantor berita Associated Press (AP), komandan sayap militer Hamas, Mohammad Deif, menyatakan, “Kami tidak menerima syarat apa pun untuk gencatan senjata. Tidak akan ada gencatan senjata tanpa penghentian agresi dan penghentian pengepungan.”

Para anggota milisi Hamas, sambungnya, berhasrat untuk mati.

Kata-kata Deif mengemuka bersamaan dengan munculnya video Hamas yang menampilkan sejumlah milisi Palestina menggunakan terowongan untuk menyerang seorang prajurit Israel.

Israel berkeras keberadaan terowongan-terowongan itulah yang menjadi alasan mengapa mereka terus melakoni operasi militer dengan nama sandi Operation Protective Edge. Angkatan Bersenjata Israel (IDF) menyatakan akan melanjutkan upaya penghancuran terowongan begitu gencatan senjata tercapai.


Serangan Intensif

Israel menggempur Gaza secara intensif pada Selasa (29/7/2014). Akibat serangan itu, berdasarkan keterangan Otoritas Palestina, menewaskan lebih dari 100 orang. Di antara para korban terdapat tujuh keluarga yang seluruh anggotanya tewas.

Secara keseluruhan, sejak konflik berlangsung pada 8 Juli lalu, jumlah korban tewas di pihak Palestina mencapai lebih dari 1.200 orang.

Di sisi Israel, sebanyak 53 prajurit tewas. Dua warga sipil Israel dan seorang pekerja asal Thailand turut meninggal.

Badan bantuan PBB, UNRWA, mengatakan tengah menangani lebih dari 200.000 orang yang berlindung di sejumlah tempat penampungan. UNRWA menambahkan, sejumlah staf mereka ikut menjadi korban serangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X