Kompas.com - 14/07/2014, 22:21 WIB
Sebuah tank Merkava milik Israel berpatroli di perbatasan Israel dan jalur Gaza, menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Palestina, 10 Juli 2014. Serangan Israel ke kota Gaza menewaskan puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak. AFP PHOTO / JACK GUEZSebuah tank Merkava milik Israel berpatroli di perbatasan Israel dan jalur Gaza, menyusul serangan udara yang dilancarkan Israel ke Palestina, 10 Juli 2014. Serangan Israel ke kota Gaza menewaskan puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak.
EditorErvan Hardoko
JERUSALEM, KOMPAS.com — Militer Israel mengendurkan serangan udaranya terhadap Jalur Gaza, Senin (14/7/2014), dan menunda serangan darat setelah komunitas internasional meningkatkan upaya mediasi proses perdamaian dengan wilayah Palestina itu.

Di saat operasi militer Israel memasuki hari ketujuh, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan menggelar pertemuan darurat membahas langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghentikan pertumpahan darah.

Sementara itu, Raja Jordania Abdullah II memperingatkan krisis Gaza ini berpotensi memengaruhi kawasan Timur Tengah sehingga dia mendesak Israel menghentikan menyasar warga sipil di saat jumlah korban tewas sudah mencapai 175 orang.

Dan di saat upaya diplomatik memperoleh momentumnya, frekuensi serangan Israel dan Gaza mulai menurun. Sejumlah pengamat yakin kondisi ini disebabkan adanya pembicaraan di balik layar terkait upaya gencatan senjata.

Sementara itu, selama 24 jam terakhir 17.000 warga Palestina, terutama dari wilayah utara Gaza, mengungsi di 20 bangunan sekolah yang dikelola PBB demi menyelamatkan diri dari serangan udara Israel.

Salah satu sekolah yang menjadi tempat mengungsi sudah dipadati warga hingga ke semua ruang kelasnya dengan selimut digantung di pintu untuk mendapatkan sedikit privasi.

"Kami merasa aman di sini, meski makanan dan air bersih kurang serta anak-anak tak bisa bebas bermain," kata Rehab (27), warga Beit Lahiya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Israel menggelar operasi "Protective Edge" sejak pekan lalu dengan alasan untuk menghentikan serangan roket dari Jalur Gaza ke wilayahnya. Selama sepekan terakhir, Israel sudah menghamburkan 1.300 roket, sementara Palestina menembakkan tak kurang dari 1.000 roket ke wilayah Israel.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.