Kompas.com - 10/07/2014, 21:49 WIB
EditorErvan Hardoko
NEW YORK, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Kamis (10/7/2014), menyerukan gencatan senjata antara Israel dan Jalur Gaza serta meminta dunia internasional bertindak untuk menghentikan kekerasan di Gaza.

"Saat ini jauh lebih penting untuk mencari kesamaan demi terciptanya perdamaian dan gencatan senjata," kata Ban Ki-moon dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Ban menambahkan, Hamas dan Jihad Islam sudah menembakkan lebih dari 550 roket dan mortir dari Jalur Gaza ke wilayah Israel dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, Israel sudah melakukan lebih dari 500 serangan udara terhadap Gaza.

Akibatnya, 88 warga Palestina, sebagian besar adalah warga sipil, dikabarkan tewas dan 339 orang lainnya terluka. Selain itu, 150 rumah warga hancur atau rusak dan sekitar 900 orang kehilangan tempat tinggal.

Lebih lanjut, Ban menegaskan bahwa semua pihak, termasuk milisi bersenjata Palestina, harus menghormati hukum internasional.

"Sekali lagi rakyat sipil yang harus membayar mahal dari konflik yang terus berlanjut. Keprihatinan terbesar saya adalah keselamatan dan keamanan warga sipil di mana pun mereka berada," tambah Ban kepada DK PBB.

"Israel memiliki hak untuk khawatir atas keamanan wilayahnya. Namun, saya juga prihatin karena banyak warga Palestina tewas dan terluka akibat serangan Israel," tambah Ban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.