Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengakuan Dosa Menyangkut Kejahatan Serius Bisa Diungkapkan

Kompas.com - 03/07/2014, 15:25 WIB
KOMPAS.COM - Imam Gereja Anglikan bisa mengungkapkan Pengakuan Dosa seseorang kalau menyangkut tindak kejahatan serius.

Gereja Anglikan telah memutuskan untuk memberi para imamnya di Australia pilihan, untuk mengungkapkan secara konfidensial pengakuan dosa seseorang.

Sinode umum, dalam pertemuan di Adelaide, telah mengadakan pemungutan suara untuk perubahan bersejarah dalam mengatasi tindak kejahatan serius, seperti pelecehan seksual pada anak.

Telah diputuskan bahwa itu tergantung pada keuskupan masing-masing untuk mengadopsi kebijakan tersebut.

Uskup Agung Anglikan dari Adelaide, Jeffrey Driver, mengatakan, perubahan itu masuk akal, tetapi itu bukan merupakan peraturan yang tidak jelas.

"Dalam hal dimana hidup dan kesejahteraan seseorang menghadapi resiko, Gereja telah memutuskan, bahwa sorang imam boleh mengungkapkan pengakuan seseorang itu, tapi bukan dikatakan seorang imam harus  mengungkapkan pengakuan dosa tersebut," jelas Uskup Agung Jeffrey Driver.

Uskup Agung Driver mengatakan, hal itu merupakan dukungan penting bagi para imam dalam bakti mereka, tetapi ia yakin bahwa mereka telah mencari jalan untuk mendukung setiap orang yang menghadapi resiko.

Uskup Agung Jeffrey Driver mengatakan, selama 40 tahun masa baktinya ia mendapati bahwa pengakuan dosa serupa itu jarang terjadi.

"Apa yang Gereja lakukan sudah jelas sepenuhnya bahwa itu yang menjadi harapan Gereja, termasuk juga izin, sehingga para imam tidak dipojokkan ke dalam posisi dimana mereka merasa telah melanggar janji keimanan mereka," demikian ujar Uskup Agung Driver.

Uskup Agung terpilih dari Gereja Anglikan Australia itu mengatakan, mengizinkan para imam mengungkapkan kerahasiaan pengakuan dosa akan membantu memastikan Gereja  tidak menyediakan perlindungan terhadap para pelaku kejahatan tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com