Kompas.com - 19/06/2014, 22:16 WIB
Dalam foto ini sekelompok biarawan Buddha menerima sumbangan makanan dari warga di Muang Phrae, Thailand.
ShutterstockDalam foto ini sekelompok biarawan Buddha menerima sumbangan makanan dari warga di Muang Phrae, Thailand.
EditorErvan Hardoko
BANGKOK, KOMPAS.com - Para biksu nakal di Thailand kini harus ekstra hati-hati setelah pemerintah Thailand menyediakan layanan telpon 24 jam bagi rakyat yang ingin melaporkan "kenakalan" para biksu itu.

Langkah ini menyusul serangkaian skandal yang menimpa para biksu itu termasuk minum minuman keras dan menggunakan obat-obatan terlarang. Bahkan pada Mei lalu, lima orang biksu dihukum karena mencabuli seorang bocak laki-laki.

Departemen Agama Buddha (NOB) Thailand mengatak  ide saluran telepon "hotline" itu muncul setelah pemimpin junta militer Jenderal Prayut Chan-O-Cha menyampaikan keprihatinannya terkait citra agama Buddha yang dianut 95 persen dari 67 juta rakyat Thailand.

"Kami sudah menyediakan saluran telepon  "hotline" untuk menerima keluhan warga terkait berbagai hal  yang membahayakan agama Buddha," kata Napparat Benjawattananant dari NOB.

"Masyrakat bisa menyampaikan keluhan jika mereka melihat biksu Buddha melakukan hal-hal yang menyimpang dari ajaran agama. Misalnya mendapati biksu palsu mengumpulkan donasi," tambah Napparat.

NOB mengatakan di seluruh Thailand terdapat sedikitnya 270.000 orang biksu yang dianggap sebagai salah satu pilar utama agama Buddha.

"Kami tak memiliki cukup staf untuk mengawasi semua biksu jadi kami harus memobilisasi warga," ujar Napparat sambil menambahkan aparat akan bergerak begitu menerima laporan warga.

Pada September tahun lalu, pemerintah menyita aset bernilai 800.000 dolar AS, termasuk sebuah mobil mewah Porsche dan Mercedes-Benz dari seorang biksu yang melakukan perjalanan kontroversial menggunakan pesawat jet pribadi.

Biksu yang sama pernah dituduh menghamili seorang perempuan di bawah umur hingga akhirnya perempuan itu melahirkan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.