Indonesia Berharap Rekonsiliasi Segera Terjadi di Thailand

Kompas.com - 10/05/2014, 13:52 WIB
Ribuan pengunjuk rasa mengepung kantor sementara PM Yingluck Shinawatra dan menuntut agar sang perdana menteri mengundurkan diri. PORNCHAI KITTIWONGSAKUL / AFPRibuan pengunjuk rasa mengepung kantor sementara PM Yingluck Shinawatra dan menuntut agar sang perdana menteri mengundurkan diri.
EditorPalupi Annisa Auliani
NAY PYI TAW, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia berharap pihak-pihak yang bertikai di Thailand mengutamakan semangat rekonsiliasi dan dapat segera mencapai titik temu dalam waktu dekat.

"Kami mengikuti dengan seksama dan penuh keprihatinan situasi yang berkembang di Thailand, kami mengharapkan semangat rekonsiliasi dan semangat mencari titik temu bersama bisa dikedepankan dan dicapai dalam waktu dekat," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Myanmar, Sabtu (10/5/2014).

Ditemui di sela Pertemuan Puncak ke-24 ASEAN di Myanmar International Convention Center, Nay Pyi Taw, Marty  mengatakan pemimpin Thailand absen dari pertemuan ini karena situasi politik terakhir di negaranya.

Menurut Marty, Thailand hanya mengirimkan utusan khusus dalam pertemuan tahunan tertinggi para pemimpin negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini. "Yang kami tahu deputi perdana menteri (Thailand, yang hadir)," kata dia.

ASEAN secara rutin menggelar pertemuan puncak. Perhimpunan Bangsa-bangsa di Asia Tenggara ini beranggotakan Brunei, Kamboja, Indonesia, Filipina, Laos, Myanmar, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan laporan dari media lokal, Jumat (9/5/2014), situasi di Thailand sudah menjurus pada penggulingan kekuasaan oleh para demonstran anti-pemerintah yang menuntut reformasi sebelum ada pemilu lagi.

Sementara itu, kubu pro-pemerintah juga mulai mengumpulkan massa di kawasan barat Bangkok. Mereka menyatakan tekad tak akan membiarkan kudeta terjadi.

Situasi politik di Thailand tak lepas dari pengaruh kuat keluarga Thaksin Shinawatra. Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang terguling pada Rabu (7/5/2014) adalah adik perempuan Thaksin.

Yingluck diberhentikan dengan tuduhan penyalahgunaan wewenang dan pada Kamis (8/5/2014) dikenakan pula tuduhan korupsi terkait kucuran subsidi bagi para petani. Pemerintah sementara Thailand berencana menggelar pemilu pada 20 Juli 2014 tetapi mendapat penentangan keras dari kubu anti-pemerintah.

Thaksin dan keluarganya digambarkan oleh kelompok penentang sebagai figur kapitalis yang korup. Reformasi yang dituntut kubu anti-pemerintah adalah untuk menghapus pengaruh keluarga Thaksin dalam pemerintahan.

Namun, Thaksin juga merupakan sosok yang populer di pedesaan sejak menjabat sebagai perdana menteri pada 2001-2006. Saat ini Thaksin berada di pengasingan untuk menghindari hukuman penjara yang dijatuhkan kepadanya pada 2008 atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Konsentrasi massa yang terus membesar dari kedua kubu politik di Thailand, meningkatkan kekhawatiran tentang ancaman bentrokan. (Baca juga: Bara Perseteruan Politik Thailand yang Tak Kunjung Padam...)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X